LHOKSEUMAWE– Semen langka dan mahal di sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Aceh. Sejumlah pengusaha dan masyarakat mendesak agar pemerintah menstabilkan pasokan dan harga, sehingga proses pembangunan bisa berjalan normal.
Direktur CV Raya Enginering Aceh, Reza Angkasah kepada Kompas.com, Jumat (31/7/2026) menyebutkan kini memasuki dua pekan semen langka di Kabupaten Aceh Utara.
“Kami merugi, karena kita hitung harga semen Rp 60.000 saat memulai pembangunan rumah korban banjir di Aceh Utara. Sekarang harga semen Rp 110.000-Rp 120.000 per sak. Dua kali lipat dari hitungan awal,” ujar Reza.
Selain mahal, pengusaha kesulitan mendapatkan semen. “Kita cari ke sejumlah toko tidak ada barangnya. Jika pun ada, mahal sekali dan jumlahnya sedikit,” terangnya.
Dia memikirkan opsi menunda pembangunan dan bernegosiasi dengan pemerintah tentang pembangunan rumah untuk korban banjir. “Kalau tidak ditunda, kami akan merugi. Tidak ada laba sedikit pun,” tegasnya.
Hal senada disebutkan Sukoco, salah seorang pengusaha proverti di Lhokseumawe. Dia menunda pembangunan rumah untuk dijual ke masyarakat.
“Hitungan kita Rp 55.000-Rp 60.000 per sak. Sekarang harganya tidak masuk akal lagi, sudah Rp 100.000-Rp 120.000 per sak. Tergantung toko yang menjualnya. Dari pada rugi, saya lebih baik menunda seluruh pembangunan rumah,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagagan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Lhokseumawe Nelvia Surimena dan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagagan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Aceh Utara, Khusairi belum merespon pertanyaan hingga berita ini ditayangkan. |KOMPAS

Subscribe to my channel

