AdvertorialSinergi Strategis Rekind Group: Garap Proyek Boiler Gas, Dukung Ekosistem Industri Nasional

Sinergi Strategis Rekind Group: Garap Proyek Boiler Gas, Dukung Ekosistem Industri Nasional

JAKARTA | Kepercayaan kembali berlabuh di PT Rekayasa Industri (Rekind). Di tengah dinamika industri energi yang menuntut kecepatan sekaligus ketepatan, PT Kaltim Daya Mandiri (KDM) memberikan mandat penting kepada Konsorsium PT Rekayasa Industri Engineering & Construction (Rekind E&C) dengan Rekind untuk mengerjakan proyek EPC (Engineering, Procurement & Construction) Boiler Gas.

Kepercayaan itu diberikan melalui kegiatan kontrak kerjasama yang dilaksanakan di Jakarta, Rabu (20/5). Lebih dari sekadar kepercayaan atas rekam jejak, kapabilitas, dan komitmen Rekind Group dalam menghadirkan solusi infrastruktur industri selama 45 tahun, langkah ini juga memiliki nilai strategis bagi KDM.

Beroperasinya Boiler Gas yang dibangun di kawasan industri Kaltim Industrial Estate (KIE) itu nantinya akan meningkatkan kapasitas pasokan utilitas steam (uap) guna mendukung kebutuhan operasional Pabrik Soda Ash milik PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) yang saat ini tengah dibangun. Seperti diketahui Pabrik Soda Ash PKT merupakan tonggak sejarah baru bagi industri kimia di tanah air, karena pabrik pertama yang dibangun di Indonesia dan diyakini mampu menekan impor. Inisiatif ini tentunya turut memperkuat ekosistem industri dan hilirisasi nasional, sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto.

Direktur Utama Rekind Triyani Utaminingsih menegaskan, proyek ini merupakan wujud nyata sinergi antarperusahaan di lingkungan PT Pupuk Indonesia (Persero) yaitu Rekind Group dan PKT dalam upaya membangun kemandirian industri nasional. “Momentum penandatanganan yang bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional pun semakin memperkuat semangat kolaborasi untuk menyelesaikan proyek secara optimal. Tentunya, ini menjadi energi tambahan bagi kami untuk menghadirkan hasil terbaik,” ujar wanita yang akrab dipanggil Yani, disela-sela kegiatan penandatangan kerjasama, yang dihadiri Direktur Utama KDM Sujak beserta sejumlah direksi di entitas Rekind Group.

Sebagai pemilik proyek, KDM merupakan anak perusahaan PT Pupuk Indonesia Utilitas (PIU). Dalam pelaksanaannya, Rekind juga berkonsorsium dengan Rekind E&C yang merupakan anak perusahaan PT Rekayasa Engineering (RE). Baik PIU maupun RE sama-sama anak perusahaan Rekind. Hal ini akan membuat kolaborasi semakin solid.

Menurut Yani, proyek dengan durasi pengerjaan selama 20 bulan ini ditargetkan mampu menghasilkan steam yang kapasitasnya mencapai 70 ton per jam dengan tekanan 85 kg/cm² dan temperatur mencapai 485 derajat Celsius. “Kami optimis proyek ini dapat diselesaikan dengan upaya terbaik, serta memberikan manfaat nyata bagi seluruh pemangku kepentingan,” tambahnya.

Diakui Direktur Utama KDM Sujak, proyek ini memiliki nilai strategis yang luas, tidak hanya dalam memenuhi kebutuhan utilitas industri, tetapi juga sebagai bagian dari upaya mendukung program hilirisasi nasional. “Penandatanganan ini menjadi langkah penting dalam pelaksanaan proyek boiler gas yang akan memberikan kontribusi nyata bagi penguatan industri nasional. Kami berharap kolaborasi ini dapat berjalan lancar, tepat waktu, tepat mutu, serta mengedepankan aspek keselamatan,” ujarnya.

Dia juga menekankan pentingnya pemberdayaan tenaga kerja lokal sesuai regulasi daerah sebagai bagian dari dampak positif proyek bagi masyarakat sekitar. Penandatanganan kontrak ini menjadi awal dari perjalanan konstruksi yang diharapkan berjalan cepat dan tepat sasaran. Lebih dari itu, proyek Boiler Gas ini diharapkan mampu memperkuat peran Indonesia dalam pengembangan industri kimia dasar, sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan kemandirian energi dan peningkatan nilai tambah sumber daya nasional.

Direktur Utama Rekind E&C M. Darma Setiawan menyampaikan komitmen penuh konsorsium dalam menjalankan proyek ini. Dia menegaskan, keberhasilan proyek akan ditopang oleh sinergi kuat antar entitas serta pengalaman Rekind dalam aspek engineering dan pengadaan. “Kami juga berkomitmen menyelesaikan proyek ini dengan prinsip BMW (Biaya, Mutu, Waktu) tanpa mengesampingkan aspek utama yaitu HSE (Health, Safety, & Environment). Selain itu, kami juga akan mengoptimalkan local procurement, baik dari sisi material maupun tenaga kerja lokal,” ungkapnya. Dia menambahkan, kolaborasi ini akan dijalankan secara maksimal untuk memastikan proyek berjalan efektif dan memberikan manfaat luas.[]

Bagikan Postingan

Postingan Terpopuler

Pilihan Untukmu

Harapan 10.942 Dosen PPPK untuk Diangkat Jadi PNS: “Pak Presiden, Kami Ingin Mengabdi dengan Tenang”

Jakarta — Sebanyak 10.942 dosen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian...

Aceh Timur Terima Sapi Limosin dari Wapres Gibran, Dibagi ke Warga Pedalaman

IDI- Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menyerahkan dua...

Malam Gelap di Krueng Mane: Saat Warung Kopi Menjadi Tempat Bertahan di Tengah Pemadaman Listrik

ACEH UTARA — Malam di Krueng Mane, Kecamatan Muara...

Harga Daging Meugang di Lhokseumawe dan Aceh Utara Tembus Rp200 Ribu per Kilogram

LHOKSUKON - Harga daging meugang di Kota Lhokseumawe dan...