LHOKSUKON— Sejumlah masyarakat di Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh mengeluh akan pemadaman listrik yang terjadi dua hari terakhir. Pasalnya, alat rumah tangga rusak dan bahan makanan basi.
Salah seorang warga Desa Keude Mane, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, Mulyadi, Sabtu (23/5/2026) menyebutkan listrik padam dan sempat hidup tiga menit lalu padam lagi.
“Sempat hidup sebentar, lalu padam lagi, hidup lagi. Itu buat peralatan listrik, komputer, televisi dan kulkas rusak. Kerugian itu kita bisa tagih kemana, PLN harusnya menyiapkan opsi ganti rugi,” kata Mulyadi.
Sementara itu, Halida Bahri, warga Desa Panggoi, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, mengeluhkan hal yang sama.
“Tiga kali padam dan menyala lagi. Ini bisa buat peralatan rumah tangga rusak. Kerusakan kita tanpa pernah ada solusinya,” terangnya.
Dia menyesalkan sikap manajemen PLN yang hanya meminta maaf atas ketidaknyamanan pelanggan. “Tampaknya pemerintah perlu membuat aturan jika terjadi kerusakan harus ada ganti rugi,” katanya.
Baru 60 Persen
Sementara itu, Manager PLN UP3 Lhokseumawe, Husni menyampaikan, proses pemulihan sistem masih berlangsung secara bertahap. Saat ini baru 60 persen suplai listrik bisa dipulihkan untuk Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah, Bireuen, Aceh Utara, serta Kota Lhokseumawe.
“Baru sekitar 60 persen yang pulih dan sisanya masih dalam proses recovery,” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan pemadaman listrik juga terjadi di Sumatera Utara, Aceh, dan Jambi. Kondisi ini membuat warga mengeluh. |KOMPAS|MUMUL

Subscribe to my channel

