PolhukamIni Dia Hasil Konferensi Cabang NU Lhokseumawe

Ini Dia Hasil Konferensi Cabang NU Lhokseumawe

Lhokseumawe- Pengurus Cabang Nadhlatul Ulama (PCNU) Kota Lhokseumawe melaksanakan Konferensi Cabang (Konfercab) IV di aula Kementerian Haji dan Umrah Kota Lhokseumawe, Kamis, 21 Mei 2026.

Dalam Konfercab tersebut terpilih Tgk Husnaini Hasbi, MA sebagai Rais Syuriah dan Dr. Tgk. M. Rizwan Haji Ali, MA sebagai Ketua Tanfidziyah untuk masa khidmat 2026-2031.

Konfercab tersebut dibuka oleh Rais Syuriah PWNU Aceh Waled Nuruzzahri Samalanga dan dihadiri oleh caretaker Ketua Tanfidziyah PCNU Lhokseumawe, Tgk. H. Iskandar Zulkarnaen, Ph.D, dan jajaran Pengurus Wilayah (PWNU) Aceh diantaranya Tgk H Asnawi Amin, Tgk Al Munzir, Tgk Akmal Abzal dan Tgk. Indra.

Dalam sambutannya Waled Nuruzzahri menyampaikan bahwa khittah NU sebagai organisasi keagamaan harus selalu berada dalam bingkai ahlussunnah wal jamaah al-Asyairah wa Maturidiyah. Oleh sebab itu, khittah keagamaan ini harus terus menjadi prinsip utama NU. NU tidak boleh keluar dari khittah tersebut.

“Selain itu NU juga berperan sebagai penjaga umat, bangsa dan negara. Sehingga, kiprah NU diharapkan bukan terbatas pada aspek diniyah keagamaan tetapi juga aspek sosial kemasyarakatan untuk memperjuangkan nasib masyarakat yang bukan hanya bahagia di dunia tetapi juga bahagia di akhirat,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Tanfidziyah terpilih, Dr. Tgk. M. Rizwan Haji Ali, menyampaikan bahwa Konfercab NU Lhokseumawe dilaksanakan setelah memperoleh izin dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Hal itu merupakan syarat administratif yang penting supaya Konfercab tersebut sah sesuai konstitusi Jam’iyah Nadhlatul Ulama.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak, terutama PWNU Aceh, seluruh pengurus periode sebelumnya dan para perwakilan ulama kecamatan se-Kota Lhokseumawe yang telah memberikan kepercayaan kepada kami untuk kembali memimpin PCNU Lhokseumawe,” ujarnya.

Dalam waktu dekat kita duduk dengan Rais Syuriah dan seluruh Tim Formatur untuk menyusun kepengurusan supaya secepatnya bisa diusulkan kepengurusan baru ke PBNU, jelasnya.

Ditanyakan tentang dinamika di forum Konfercab, Tgk Rizwan menjelaskan walaupun forum tersebut muncul sejumlah pandangan, tetapi akhirnya bisa dicapai musyawarah dan mufakat, tanpa perlu dilakukan voting.

“Memang ada sedikit dinamika, tetapi karena pesertanya adalah para ulama dan intelektual muslim, semua dinamika tersebut berakhir dengan kesepakatan, jelasnya.

Konfercab turut dihadiri pengurus PCNU Lhokseumawe, para ulama, organisasi badan otonom (banom) dan para pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) sebagai pemilik suara.|MUMUL

Bagikan Postingan

Postingan Terpopuler

Pilihan Untukmu

BNNP Aceh dan Pemkab Aceh Timur Teken Nota Kesepakatan Pembentukan ULT P4GN

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh bersama Pemerintah Kabupaten...

Listrik Padam Berulang di Aceh, Hak Masyarakat yang Terabaikan

Pemadaman listrik yang masih kerap terjadi di berbagai wilayah...

SMA N 1 Idi Rayeuk Juara Piala Bupati Al-Farlaky 2026

Turnamen Terheboh Sepanjang Pergelaran Event Aceh Timur – SMA Negeri...

Pemkab Aceh Timur Salurkan Dana Stimulan Rumah Rusak Gempa, Total Anggaran Capai Rp118,9 Miliar

ACEH TIMUR – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur terus mempercepat...

Perjuangan Asnah Mengayuh Mimpi Menyentuh Hati Bupati Aceh Timur

Pagi masih muda ketika Asnah mengayuh sepeda tuanya menyusuri...