ACEH UTARA – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh kembali mendistribusikan 1.000 terpal, 1.000 selimut dan 100 kasur untuk penyintas banjir di Kabupaten Aceh Utara. Bantuan ini dikhususkan untuk penyintas banjir yang berada ditenda pengungsian sembari menunggu pembangunan hunian sementara (Huntara) rampung dikerjakan.
Ketua PMI Aceh Utara, Thantawi, dalam rapat evaluasi operasi kemanusiaan dengan seluruh pengurus dan relawan di Posko Utama Banjir Aceh Utara, Senin (16/2/2026) menyebutkan Aceh Utara belum pulih total pascabanjir 26 November 2025 lalu.
“Untuk terpal, kasur dan selimut kita fokuskan pada penyintas banjir yang masih ditenda, sembari menunggu hunian sementara selesai,” sebut Thantawi.
Data pemerintah masih ada 19.000 lebih pengungsi menunggu hunian sementara selesai dikerjakan. “Sesuai amanah undang-undang, PMI menemani pemerintah dalam pemulihan pascabanjir,” terang Thantawi.
Dia menyebutkan, Ketua PMI Pusat Jusuf Kalla mengintruksikan seluruh jajaran PMI Aceh Utara untuk terus mendampingi korban banjir hingga masa rehabilitasi dan rekontruksi dinyatakan selesai.
Krisis Air Bersih
Hasil evaluasi dua bulan operasi kemanusiaan di Aceh Utara, saat ini masih sangat dibutuhkan air bersih di seluruh wilayah. “PMI memiliki mobil yang beroperasi setiap hari untuk mendistribusikan air bersih di Langkahan,” terang Thantawi.
Selain itu, bantuan untuk kebutuhan rumah tangga seperti kompor, alat memasak dan lainnya juga masih sangat dibutuhkan. PMI sambung Thantawi menyalurkan 1.000 kompor gas.
Untuk daging meugang, Ketua PMI Pusat Jusuf Kalla telah memberikan dua sapi kepada Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil. Bantuan untuk penyintas banjir itu langsung diserahkan oleh Ketua PMI Aceh Murdhani.
Ajak Relawan
Selain itu, dia mengajak organisasi kemanusiaan dan lembaga lainnya di Indonesia untuk tetap membantu Aceh Utara. Sebanyak 25 kecamatan dalam kabupaten itu masih membutuhkan perhatian dari seluruh pihak.
“Kami ajak semua organisasi dimana pun untuk masuk ke Aceh Utara, membantu masyaraka di sini,” terangnya.
|KOMPAS

Subscribe to my channel

