DINAS Kesehatan Aceh Utara mencatat seluruh Kepala Keluarga (KK) di wilayah tersebut kini tidak lagi melakukan buang air besar sembarangan (BABS).
Hal itu merupakan capaian membanggakan dalam bidang kesehatan lingkungan, lewat dukungan dan pelaksanaan Program GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat).
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Aceh Utara, Samsul Bahri, S.K.M., M.K.M., mengatakan capaian 100 persen ini merupakan hasil dari peningkatan kesadaran masyarakat terhadap perilaku hidup bersih dan sehat.

“Masyarakat Aceh Utara saat ini sudah tidak lagi BABS. Meski masih ada KK yang belum punya jamban pribadi, mereka sudah memilih menggunakan jamban umum atau milik keluarga. Ini kemajuan besar yang patut kita syukuri,” ujar Samsul, Senin (16/6/2025).
Namun, tantangan masih tersisa. Data Dinas Kesehatan menunjukkan baru 13,10 persen warga yang memiliki akses ke sanitasi yang layak dan aman, sesuai standar Kementerian Kesehatan.
“Sebagian besar warga masih menggunakan jamban cubluk atau jamban sederhana yang belum memenuhi standar sanitasi aman. Kita akan terus dorong pembangunan jamban sehat, terutama lewat kolaborasi lintas sektor dan partisipasi desa,” tambahnya.
Samsul juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap aktif dalam program GERMAS. Ia menekankan pentingnya menjaga pola hidup sehat tidak hanya dari sisi perilaku, tetapi juga infrastruktur pendukung seperti jamban sehat dan sumber air bersih.
“GERMAS bukan hanya soal tidak BABS, tapi juga soal sanitasi aman, aktivitas fisik, konsumsi makanan bergizi, dan kebersihan lingkungan. Kita ingin masyarakat Aceh Utara sehat lahir dan batin,” tutupnya.
“Kami bersama lintas sektor dan perangkat gampong akan terus melakukan sosialisasi, edukasi, dan pendampingan agar seluruh warga dapat menikmati hak atas sanitasi layak dan lingkungan sehat,”pungkasnya.
| ADVERTORIAL

Subscribe to my channel

