NewsSenyum-senyum Sumringah di Pasar Panton Jelang Tradisi Meugang di Aceh…

Senyum-senyum Sumringah di Pasar Panton Jelang Tradisi Meugang di Aceh…

Ratusan sapi berjejer di Pasar Hewan Panton Labu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Sabtu (14/2/2026). Biasanya, pasar ini hanya buka hari Minggu.

Namun, menjelang meugang (tradisi makan daging sehari sebelum Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha) pasar ini buka lebih cepat. Disitu berkumpul agen hingga toke sapi dari seluruh Kabupaten Aceh Utara.

Mereka mengikat sapi berbagai ukuran. Umumnya ditaksir dengan satuan kilogram. Masyarakat yang datang langsung disambut teriakan mereka piyoh piyoh (singgah-singgah). Memecah kebisingan suara sapi dan warga di pasar itu.

Diluar kendaraan bak terbuka berjejer, bercampur sepeda motor dan mobil pribadi ‘mengular’ hingga ke bahu jalan Medan-Banda Aceh. Letak pasar ini berbatasan dengan Kabupaten Aceh Timur. Sehingga, pembeli juga datang dari kabupaten itu.

“Pembelian sekarang masih normal saja, laku satu atau dua sehari. Belum banyak, karena hari meugang kan 17 dan 18 Februari 2026,” kata Musa, seorang pedagang sapi kepada Kompas.com.

Musa semakin bahagia ketika membaca media, Presiden RI Prabowo Subianto memberikan uang Rp 19,5 miliar untuk dibelikan dagiang meugang korban banjir di Kabupaten Aceh Utara.

Apalagi, diwajibkan dalam bentuk daging. Bukan pembagian uang tunai. “Pasti besok atau lusa sudah banyak laku. Uang sebanyak itu, pasti dibeli di sini juga, semua sapi di sini sapi lokal, asli dari petani kita,” katanya bangga.

Saat ini, sapi dengan daging bersih ditaksir seberat 100 kilogram dipatok Rp 20 juta, dengan berat 120 kilogram dibandrol Rp 22 juta.

Pedagang lainnya, Maimun, menyebutkan hal yang sama. “Ramadhan ini cerah-cerah,” teriaknya.

Dia membayangkan uang sebesar Rp 19,5 miliar itu baru dari sumber pemerintah untuk membeli sapi. Belum lagi dari perusahaan dan masyaraka biasa.

“Bisa jadi 30 miliar uang berputar di pasar sapi tahun ini,” terang Maimun.

Wajib Beli

Sementara itu, Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil akrab disapa Ayahwa memastikan seluruh sapi akan dibeli dari peternak lokal. “Kalau kita punya sendiri, ngapain kita beli tempat lain. Saya terima data, sekitar 3.000 sapi lokal ada persediaan di Aceh Utara. Maka, saya perintahkan bantuan presiden itu beli sapi lokal seluruhnya,” sebut Ayahwa.

Dia menyebutkan, dalam petunjuk teknis penggunaan uang itu disebutkan harus dibagikan dalam bentuk daging untuk pengungsi korban banjir.

“Kami memastikan distribusi daging itu akan merata ke seluruh korban banjir Aceh Utara. Terima kasih atas perhatian bapak Presiden,” pungkasnya.

Sekadar diketahui meugang merupakan tradisi makan daging sehari sebelum ramadhan, idul fitri dan idul adha di Aceh. Tradisi ini ada sejak masa Sultan Iskandar Muda memimpin Kerjaaan Aceh Darussalam yang membagikan daging untuk rakyatnya.

|KOMPAS

Bagikan Postingan

Postingan Terpopuler

Pilihan Untukmu

Bupati Al-Farlaky Minta Camat dan Geuchik Uji Publik Ulang Data Penerima Bantuan Rumah BNPB

Aceh Timur — Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky,...

Kebangkitan Wisata Aceh Tengah Masih Terkendala, Ini Harapan Pelaku Bisnis

Takengon — Kebangkitan sektor pariwisata di Aceh Tengah pasca...

2 Jembatan Amblas Penghubung Antar Kecamatan Aceh Utara Belum Diperbaiki

LHOKSUKON - Sebanyak dua jembatan yang amblas karena banjir...

Begini Pengaturan WFH di Aceh Timur…

IDI RAYEUK – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh,...

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Apresiasi Polda Sumbar Ungkap Kasus LPG Oplosan di Sumatera Barat

Padang — Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara...