BIREUEN – Sebanyak 300 korban banjir di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh menerima dana tunggu hunian masing-masing kepala keluarga sebesarKepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, ditemani Bupati Bireuen, Provinsi Aceh Mukhlis menyerahkan dana tunggu hunian untuk korban banjir tahap dua, Rabu (21/1/2026). Uang itu diberikan Rp 600.000 per kepala keluarga selama enam bulan. Sedangkan tahap satu telah disalurkan untuk 300 kepala keluarga lainnya.
“Bagi mereka yang menerima dana tunggu hunian (DTH) tidak lagi mendapatkan hunian sementara. Uang ini diberikan enam bulan dengan asumsi hunian tetap telah selesai dikerjakan,” terang Suharyanto dalam keterangan tertulisnya.
Dia menjelaskan 300 kepala keluarga korban banjir itu berasal dari Kecamatan Peusangan dan Peusangan Siblah Krueng, di Kantor Camat Peusangan.
Berdasarkan data sementara di Kabupaten Bireuen, tercatat sebanyak 2.646 rumah mengalami rusak berat atau hanyut sehingga tidak lagi layak dihuni.
“Data ini masih sementara dan akan terus kami validasi bersama tim pendataan yang melibatkan mahasiswa serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman. Rumah yang rusak berat akan masuk dalam program pembangunan hunian tetap,” ujar Suharyanto.
Setiap keluarga menerima bantuan sebesar Rp 600.000 per bulan selama tiga bulan, yakni Desember 2025 hingga Februari 2026, dengan total Rp1.800.000 yang disalurkan melalui rekening Bank Syariah Indonesia (BSI).
Suharyanto juga menegaskan, meskipun sebagian warga kini tinggal di rumah sanak saudara, tanggung jawab pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat terdampak tidak berkurang.
“Kebutuhan makan, minum, beras, sembako, dan logistik lainnya tetap menjadi tanggung jawab pemerintah. Silakan diambil di posko BPBD yang tersedia di tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa,” tegasnya.
|KOMPAS

Subscribe to my channel

