Categories: FeaturedNews

Luasnya Kerusakan Aceh Utara, Dari Satu Dusun ke Dusun Lain Naik Perahu Satu Jam Lebih…

ACEH UTARA – Sejumlah relawan Palang Merah Indonesia (PMI) dan rombongan Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil, Selasa (13/1/2026) menyusuri Krueng (Sungai) Jambo Aye Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh.

Di kiri-kanan sungai terlihat rumah, pondok berkebun dan bangunan hancur. Termasuk kebun coklat dan sawit milik warga. Bekas lumpur setinggi pucuk pohon sawit pun terlihat jelas. Menandakan dahsyatnya banjir menghancurkan kawasan itu pada 26 November 2025 lalu.

Berangkat dari daratan Dusun Seuleumak menuju Dusun Sarah Raja dan Dusun Bina Baru, Desa Leubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, harus menyeberangi sungai. Menggunakan perahu kayu ukuran kecil milik warga lokal. Jaraknya satu jam 15 menit untuk menuju Dusun Sarah Raja.

Sopir perahu itu langsung Kepala Desa Leubok Pusaka, Janni. Dia hapal betul seluk beluk sungai. Sesekali mengambil jalur disisian sungai, pada waktu lain mengambil jalur tepat ditengah sungai.

Desa Leubok Pusaka dengan delapan dusunnya rata dengan tanah. Berada di daerah aliran sungai dan langsung berbatasan dengan kawasan hutan. Ini desa paling ujung di pedalaman Kabupaten Aceh Utara.

“Bayangkan antar dusun saja kami harus menyeberang dengan satu jam lebih naik perahu. Begitu luas desa ini,” kata Janni sambil mengemudi perahunya.

Sebanyak 760 kepala keluarga atau lebih dari 3.000 jiwa mengungsi dan mendirikan posko darurat di Dusun Bulebaru, Selemak Bidari, Pir, Len Pipa, Sarah Raja dan Dusun Tanah Merah.

Semua warga bertani. Menanam aneka tumbuhan dan bergantung dari hasil panen. “Semua itu hilang sekarang,” terang Janni.

Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil untuk kesekian kalinya datang ke pedalaman itu. mengantar bantuan bahan pangan dan perlengkapan selimut. Pria akrab disapa Ayahwa ini pun berkali-kali datang ke pedalaman itu. Selain bahan pangan juga dibawa mesin generaor listrik, terpal dan sejumlah kebutuhan dapur pengungsi.

“Rutin kita suplai bahan pangan. Huntara (Hunian Sementara) juga kita percepat dibangun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan sejumlah BUMN,” terangnya. Dia berharap seluruh pengungsi korban banjir bisa kembali ke rumah dan hunian sementara sebelum Ramadhan pada Februari mendatang.

Wakil Ketua PMI Aceh Utara Hendra Yuliansyah menyebutkan luasnya kawasan Aceh Utara membuat butuh ribuan relawan untuk membantu pemulihan pascabanjir. PMI sambung Hendra memastikan diri sebagai organisasi kemanusiaan yang beroperasi sejak awal hingga masa rekontruksi dan rehabilitasi selesai.

“Kali ini kita bantu ke Sarah Raja itu dignity kit (perlengkapan kebersihan, sanitasiuntuk perempuan dan anak, lengkap paketnya, termasuk pakaian baru,” sebut Hendra.

Dia menyebukan operasi PMI di Aceh Utara berupa pembersihan dengan alat berat, psiko sosial, air bersih, bahan pangan, bahan dapur dan perlengkapan ibadah. “Kita bantu pemerintah hingga tuntas rehabilitasi dan rekontruksi,” pungkasnya.

|KOMPAS

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

DLH dan Dinkes Temukan Pengelolaan Limbah SPPG Puenteut Belum Sesuai Regulasi

LHOKSEUMAWE – Pengelolaan limbah di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Masjid Puenteut, Kecamatan Blang Mangat,…

4 hours ago

Jaringan Irigasi Rusak Akibat Banjir, Pemkab Aceh Timur Usulkan Normalisasi DI Jambo Aye di Pante Bidari

IDI – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura mengusulkan normalisasi jaringan…

21 hours ago

Bupati Al-Farlaky Sambut Tim BPK Pada Entry Meeting Pemeriksaan Terperinci TA 2025

Aceh Timur – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., sambut dan membuka kegiatan…

1 day ago

Mantap, Rekind Bukukan 380 Juta Lebih Jam Kerja Tanpa Kecelakaan

PT Rekayasa Industri (Rekind) menorehkan catatan penting dalam komitmennya terhadap keselamatan kerja, dengan mencatatkan pencapaian…

1 day ago

Status Dosen PPPK: Momentum Kebijakan Presiden Prabowo untuk Menutup Celah Ketidakadilan Struktural

Oleh: Dr. BukhariPraktisi Hukum di Lhokseumawe, Aceh Keputusan Komisi X DPR RI yang menyatakan persetujuan…

2 days ago

Abu Doto Telah Pergi: Menyusuri Jejak Pengabdian dr Zaini Abdullah untuk Aceh

Langit Aceh seperti menyimpan kesedihan yang sulit diucapkan dengan kata-kata pada Sabtu siang, 13 Juni…

2 days ago

This website uses cookies.