Categories: FeaturedNews

Kerusakan Banjir Belum Tertangani, Ancaman Abrasi Sungai Menanti …

ACEH UTARA–Penyintas banjir Aceh Utara, Provinsi Aceh berharap pemerintah pusat membuat tebing sungai di Krueng (sungai) Sawang. Pasalnya, kerusakan sejumlah sarana fasilitas umum dan pemukiman penduduk pada 26 November 2025 belum tertangani, kini ancaman abrasi sungai menanti.

Kepala Desa Paya Rabo Lhoks, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Zubir dihubungi per telepon Selasa (13/1/2026) menyebutkan, hingga kini sejumlah ruang jalan di pedalaman itu masih penuh lumpur.

“Lumpur di lorong-lorong sudah kita singkirkan sebagian. Namun masih tetap tinggi. Sedangkan untuk sawah dan lainnya belum sama sekali,” terangnya. Hanya lumpur dalam masjid dan ruang kelas sekolah dasar desa itu yang sudah dibersihkan total agar bisa digunakan untuk tempat ibadah.

“Sudah sebulan setengah selesai banjir, kami masih mengungsi. Ancaman abrasi sudah di depan mata. Kalau hujan deras kami takut sungai meluap ke pemukiman dan merusak seluruhnya lagi,” terang Zubir.

Dia menyebutkan, setiap kali hujan deras, warga dibayangi banjir susulan karena abrasi sungai itu. “Kami harap abrasi sungai juga diatasi. Kalau tidak, maka kami akan merasakan banjir setinggi atap rumah lagi ke depan,’ terangnya.

Sebanyak 76 rumah rusak berat dan tak bisa digunkakan lagi. Sebanyak 565 jiwa warga desa itu masih mengungsi hingga kini. “Kami butuh air bersih, toilet, sumur bor, perlengkapan sekolah, perlengkapan dapur, dan bahan pangan dalam jangka panjang” terang Zubir.

Dia menyebutkan alat berat dari pemerintah untuk membersihkan lumpur masih kurang. Sehingga hanya dibuka akses jalan agar bisa dilalui kendaraan saja.

“Kalau alat berat banyak, kami bisa mulai membersihkan total seluruh jalan dari lumpur dan rumah-rumah. Lalu area perkebunan, semoga segera diberi dukungan alat berat dalam jumlah banyak,” pungkasnya.

|KOMPAS

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

DLH dan Dinkes Temukan Pengelolaan Limbah SPPG Puenteut Belum Sesuai Regulasi

LHOKSEUMAWE – Pengelolaan limbah di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Masjid Puenteut, Kecamatan Blang Mangat,…

1 hour ago

Jaringan Irigasi Rusak Akibat Banjir, Pemkab Aceh Timur Usulkan Normalisasi DI Jambo Aye di Pante Bidari

IDI – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura mengusulkan normalisasi jaringan…

19 hours ago

Bupati Al-Farlaky Sambut Tim BPK Pada Entry Meeting Pemeriksaan Terperinci TA 2025

Aceh Timur – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., sambut dan membuka kegiatan…

1 day ago

Mantap, Rekind Bukukan 380 Juta Lebih Jam Kerja Tanpa Kecelakaan

PT Rekayasa Industri (Rekind) menorehkan catatan penting dalam komitmennya terhadap keselamatan kerja, dengan mencatatkan pencapaian…

1 day ago

Status Dosen PPPK: Momentum Kebijakan Presiden Prabowo untuk Menutup Celah Ketidakadilan Struktural

Oleh: Dr. BukhariPraktisi Hukum di Lhokseumawe, Aceh Keputusan Komisi X DPR RI yang menyatakan persetujuan…

2 days ago

Abu Doto Telah Pergi: Menyusuri Jejak Pengabdian dr Zaini Abdullah untuk Aceh

Langit Aceh seperti menyimpan kesedihan yang sulit diucapkan dengan kata-kata pada Sabtu siang, 13 Juni…

2 days ago

This website uses cookies.