NewsLapor ke Mendagri, Bupati Ayahwa: Dampak Serius Setelah Banjir Ancaman Krisis Pangan

Lapor ke Mendagri, Bupati Ayahwa: Dampak Serius Setelah Banjir Ancaman Krisis Pangan

ACEH UTARA– Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil menceritakan kerusakan dua bendungan di kabupaten itu pascabanjir. Dampaknya, ancaman krisis pangan di depan mat ajika bendungan itu tak segera diperbaiki. Ratusan ribu hekatre lahan pertanian akan kekeringan.

Hal itu disampaikan pria akrab disapa Ayahwa ini ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meninjau salah satu desa terparah terdampak banjir bandang, yakni Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, Selasa (30/12/2025).

“Dampak lanjutan yang tak kalah serius, yakni ancaman krisis pangan,” ujar Ayahwa per telepon, Rabu (31/12/2025).

Indikator tersebut kata Ayahwa berdasarkan hasil pendataan sementara terhadap sejumlah infrastruktur yang rusak.

Misalnya, kerusakan Bendungan Daerah Irigasi (DI) Jambo Aye yang menjadi sumber pengairan utama bagi 10 kecamatan di Aceh Utara dan Aceh Timur dinilai berpotensi memicu kegagalan panen massal jika tidak segera diperbaiki.

“Saat ini sekitar 14 ribu hektare sawah terendam. Petani terancam kehilangan musim tanam dan ketergantungan terhadap bantuan pemerintah akan semakin meningkat,” ujar Ayahwa.

Selain sektor pertanian, banjir bandang juga merusak infrastruktur vital. Sedikitnya 65 titik jalan dan jembatan dilaporkan mengalami kerusakan, yang berdampak pada terputusnya akses antarwilayah serta menghambat distribusi logistik dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Dalam kesempatan itu Mendagri menyusuri sejumlah titik paling terdampak. Kesempatan itu dimanfaatkan warga untuk menyampaikan langsung berbagai keluhan, mulai dari rumah rusak, sawah yang gagal tanam, hingga akses jalan yang terputus akibat banjir.

Di hadapan wartawan, Tito Karnavian menyebut banjir yang melanda Aceh Utara tergolong ekstrem. Ketinggian air bahkan mencapai atap rumah warga. Tidak hanya merusak permukiman, banjir juga melumpuhkan jaringan irigasi pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.

Mendagri mengatakan, kedatangannya bersama rombongan merupakan perintah langsung Presiden RI Prabowo Subianto. Diketahui, Aceh Utara merupakan salah satu kawasan yang terdampak bencana banjir cukup parah.

|KOMPAS

Bagikan Postingan

Postingan Terpopuler

Pilihan Untukmu

Orasi ilmiah di Unsam, Bupati Al- Farlaky Bicara Soal Karakter dan Mental Tangguh

Langsa -- Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I.,...

Pembersihan Lumpur Sisa Banjir Diberi Honor Rp 10.000 Per Meter di Aceh Utara

LHOKSUKON – Satu excavator bekerja di Desa Kuala Dua,...

APSIFOR PW Aceh Gelar Sharing Knowledge Bahas Rekomendasi Psikolog dalam Perkara Perwalian

Asosiasi Psikologi Forensik (APSIFOR) Perwakilan Aceh menggelar kegiatan Sharing...

Razma, Kisah Pilu dan Perjuangan Ibu Tunggal di Aceh Utara

LHOKSUKON- Rumah itu berkontruksi kayu dipadu dengan dinding dari...

Alamak, Banjir Rendam 4 Desa di Aceh Utara, Tanggul Jebol Belum Diperbaiki

LHOKSUKON Banjir merendam empat desa di Kecamaan Lhoksukon, Kabupaten...