ACEH UTARA – Kementerian Pertanian (Kementan) RI berjanji merehabilitasi sawah dan tambak korban banjir di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh.
Pernyataan itu disampaikan Inspektur Jenderal Kementan Mayjen Irham Waroihan di depan pengungsi korban banjir di Desa Rumoh Rayeuk, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Selasa (16/12/2025).
“Nanti aka nada bantuan rehab sawah, kebun, tambak, dan hewan ternak untuk petani korban banjir. Programnya membantu pemulihan sawah dan tambak dan kerugian peternak,” terang
Dia meminta kepala desa dan camat melakukan pendataan detail. Sehingga tidak ada korban banjir yang dirugikan. Irham menyebutkan dirinya dikirim Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman untuk melihat kondisi pertanian dan memantau distribusi bantuan pangan dari Kementerian Pertanian RI.
“Sebagian data sudah saya terima dari Dinas Pertanian. Namun, harap detail datanya, rusak berat, ringan, sedang. Didata secara detail. Insya Allah akan ada bantuan,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, hingga hari ini, sebanyak 69.020 pengungsi masih bertahan di 138 titik pengungsian tersebar dalam 25 kecamatan di Kabupaten Aceh Utara. Selain itu, sebanyak 1.111 orang. Selain itu, 163 orang dilaporkan meninggal dunia, dan enam orang masih dalam pencarian.
Kerusakan lainnya 12 daerah irigasi mengalami kerusakan, sementara delapan daerah irigasi tersier juga rusak diterjang banjir. Seluas 14.509 hektar sawah kini dipenuhi lumpur sisa banjir setinggi satu hingga dua meter dan tidak bisa digunakan lagi.
|KOMPAS

Subscribe to my channel

