News3 Pekan Pengungsi Aceh Tanpa Tenda, Kemana Kami Pulang Pak Prabowo?

3 Pekan Pengungsi Aceh Tanpa Tenda, Kemana Kami Pulang Pak Prabowo?

Hasanuddin (45) baru saja selesai memasak di dapur umum pengungsi korban banjir di Desa Bungkah, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Kamis (17/12/2025).

Pria ini satu dari 650 kepala keluarga yang mengungsi akibat banjir disertai lumpur pada 26 November 2025 lalu. Tiga pekan mereka menetap di bawah meunasah (mushalla) desa itu.

“Rumah kami hancur, tanah tak punya lagi, lalu kemana kami harus pulang?” katanya lirih sambil menyeka keringat siang itu.

Dia tak sendiri, 120 kepala keluarga di desa itu kehilangan rumah disapu banjir bandang. Seluruh rumah rata dengan tanah. Sedangkan lokasi rumah berubah lumpur setinggi satu hingga dua meter.

“Rumah hancur, tenda keluarga yang bagus tidak punya. Kemana kami akan pulang setelah ini Pak Presiden?” tanyanya.

Hingga kini mereka bertahan di sekitaran meunasah. Bangunan itu khas rumah panggung. Di kolong itulah mereka berteduh dan sekitar bangunan.

“Kami butuh selimut, malam dingin sekali. Tenda sangat perlu, kelambu juga,” terangnya.

Untuk bahan pangan, hingga minggu ketiga pascabanjir dipastikan mencukupi. Dia pun tak mengeluhkan bahan pangan. “Sekarang banyak bantuan, setelah ini entahlah. Apakah ada bantuan atau tidak,” terangnya.

Dia merincikan 120 kepala keluarga kehilangan rumah, 110 kepala keluarga lainnya rumah hancur, dan rumah rusak rignan 350 unit. “Masalahnya, rumah yang rusak ringan itu pun penuh lumpur. Kemana lumpur satu kampung ini akan dibuang?” terangnya.

Bingung Pulang Kemana?
Dia pun mengaku bingung akan pulang ke mana. Dia menduga pemerintah akan mengakhiri masa tanggap darurat. Beralih ke masa rehabilitasi.

“Seluruh barang kami tidak ada selamat. Lalu bagaimana nasib kami berikutnya?” ujarnya penuh tanya.

Untuk itu, dia meminta dukungan rakyat Indonesia agar segera memberikan tenda keluarga. Agar mereka bisa berteduh per kepala keluarga dalam waktu yang lama.

“Tolong tenda disegerakan, selimut, dan obat-obatan juga,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, Desa Bungkah salah satu desa terparah hancur karena banjir di Aceh Utara. Sebanyak 21 orang dilaporkan tewas di desa ini. Ratusan pengungsi di Kabupaten Aceh Utara hingga hari ini belum menerima tenda pengungsi lebih layak dari Kementerian Sosial RI dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI.

|KOMPAS

Bagikan Postingan

Postingan Terpopuler

Pilihan Untukmu

Akses Jalan Masih Terbatas, BPH Migas Jamin Pasokan BBM Jangkau Wilayah Terdampak Bencana Aceh

ACEH TENGAH | Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas...

19 Jembatan Baylei Dibangun di Aceh Utara, Dua Pekan Rampung

ACEH UTARA– Sebanyak 19 jembatan bailey dibangun di sejumlah...

Penanganan Pascabencana di Aceh Tamiang Capai Progres Signifikan

ACEH TAMIANG - Koordinator Penanggulangan Bencana di Aceh Tamiang,...

BPH Migas Dukung Optimalisasi Penyaluran BBM Untuk Nelayan di Nias Utara

NIAS - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi...

Bupati Al-Farlaky ; 8 Jembatan Putus Dikerjakan TNI di Aceh Timur

Aceh Timur — Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky,...