ACEH TAMIANG – Pengungsi korban banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh mengeluhkan belum memadai bantuan dari pemerintah.
Amiruddin salah seorang pengungsi di Desa Pahlawan, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, kepada Kompas.com Jumat (12/12/2025) menyebutkan mereka butuh bahan pangan, obat-obatan, kelambu, tenda untuk hunian sementara dan air bersih.
“Bantuan jumlahnya minimum sekali, padahal jalur darat Medan-Aceh Tamiang sudah bisa dilalui. Kenapa bantuan lambat?” tanya Amiruddin.
Dia menyebutakn, desa lain lebih parah kondisinya yaitu Desa Rantau Panjang, Desa Banai dan Desa Sukajadi, Kecamatan Karang Baru. Lalu Desa Pematang Durian di Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang.
Kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto di Aceh Tamiang diharapkan bisa memperbaiki keadaan. “Kami butuh bahan pangan, kelambu dan air Pak Presiden,” terangnya.
Selain itu, sinyal telekomunikasi dan listrik masih padam total di Kabupaten Aceh Tamiang. “Jika ada yang bilang Aceh Tamiang sudah hidup listrik, tolonglah beri pernyataan yang benar,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan banjir merendam 18 kabupaten/kota di Provinsi Aceh. Daerah terparah yaitu Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bener Meriah dan Kabupaten Aceh Tengah.
|KOMPAS

Subscribe to my channel

