ACEH UTARA – PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) melaporkan secara berkala kondisi suplai listrik ke posko utama Pemerintah Kabupaten Aceh Utara. Namun, data itu diragukan oleh masyarakat.
Data per 11 Desember 2025 pukul 15.00 WIB disebutkan Kecamatan Banda Baro, Geureudong Pase, Lhoksukon, Matangkuli, Meurah Mulia, Nisam, Pirak Timu dan Kecamatan Samudera, Aceh Utara dilaporkan pulih 100 persen. Sedangkan kecamatan lainnya baru 20-70 persen pulih suplai listrik dalam laporan itu.
Salah seorang warga Kecamatan Matangkuli, Fithra Fahlevi (30) menyebutkan kecamatan itu tidak seperti yang dilaporkan PLN ke pemerintah daerah.
“Kami masih padam, berjam-jam. Tapi di laporan PLN ke pemerintah daerah, kami sudah pulih 100 persen,” terang Fithra kepada Kompas.com, Kamis (11/12/2025).
Hal yang sama disebutkan Ramadhan (30) warga Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara. “Setiap hari padam listrik, berjam-jam. Apanya yang pulih 100 persen. PLN tolonglah, akui ketidakmampuan, jangan tipu pemerintah,” terangnya.
Dia menyebutkan, jika laporan tidak diberikan secara utuh, pemerintah akan susah mengambil kebijakan yang tepat.
“Harap diberi laporan sesuai kenyataan. Kami korban banjir yang dirugikan,” terangnya.
Sebelumnya Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasojo, dalam konferensi pers di Jakarta menyatakan timnya belum mampu memulihkan suplai listrik di Aceh. Dia pun meminta maaf atas kejadian itu.
Sebelumnya diberitakan banjir merendam 18 kabupaten/kota di Provinsi Aceh. Daerah terparah yaitu Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bener Meriah dan Kabupaten Aceh Tengah.
|KOMPAS

Subscribe to my channel

