ACEH TAMIANG – Warga Desa Alur Mentawak, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh hingga Rabu (9/12/2025) masih terisolasi. Kawasan itu terendam banjir dan longsor sejak 26 November 2025 lalu.
Salah seorang warga Desa Alur Mentawak, Syahfitri (22) dihubungi per telepon menyebutkan akses jalan tertimbun longsor. Sehingga warga membuka jalur jalan setapak menuju ke Desa Halban, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
“Akses jalan hanya lewat motor, lewat jalan setapak. Menaiki dan menuruni bukit untuk membeli kebutuhan bahan pokok ke Haloban Sumatera Utara,” kata Syahfitri.
Dia menyebutkan warga desa itu mengungsi di masjid desa. Bantuan telah didistribusi pada 6 Desember 2025 dengan helikopter. Masing-masing kepala keluarga mendapatkan dua kilogram beras, dan empat bungkus mi instan.
Dia menyebutkan harga jual bahan pokok sangat mahal, misalnya bahan bakar minyak Rp 40.000 per liter, telur Rp 100.000 per papan, dan cabai Rp 250.000 per kilogram. Dia berharap pemerintah pusat bisa segera membuka akses jalan ke kawasan pedalaman itu. Sehingga distribusi bahan pangan mudah dilakukan.
“Sekarang keluarga kami ungsikan ke Lhokseumawe. Karena sangat sulit kebutuhan bahan pangan di sana,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan banjir merendam 18 kabupaten/kota di Provinsi Aceh. Daerah terparah yaitu Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bener Meriah dan Kabupaten Aceh Tengah.
|KOMPAS

Subscribe to my channel

