AdvertorialCara Bupati Aceh Timur Awasi MBG Agar Tidak Keracunan Massal

Cara Bupati Aceh Timur Awasi MBG Agar Tidak Keracunan Massal

ACEH TIMUR – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Satuan Pelayanan Penyediaan Pangan Institusi (SPPI) sepakat membentuk sekretariat atau pos koordinasi sebagai pusat komunikasi, evaluasi, dan penyelesaian masalah program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pos ini menjadi tempat pengambilan keputusan apabila terjadi kendala, serta wadah untuk menampung inovasi dan laporan dari setiap kecamatan.

“Kalau ada satu titik bermasalah di kecamatan, dampaknya bisa ke seluruh kabupaten. Karena itu perlu satu pos yang bisa jadi pusat koordinasi, sumber informasi, dan tempat evaluasi bulanan,” kata Bupati Aceh Timur, Provinsi Aceh, Iskandar Usman Al- Farlaky dihubungi Jumat (26/9/2025).

Sekretariat itu sambungnya berfungsi sebagai tempat penyusunan laporan resmi yang sewaktu-waktu dibutuhkan, baik oleh Kementerian maupun oleh pemerintah daerah.

“Evaluasi akan dilakukan secara berkala dengan melibatkan perwakilan dari kecamatan,” terangnya.

Kebijakan itu diambil setelah menggelar rapat koordinasi dengan seluruh SPPG di Kabupaten Aceh Timur, 15 September 2025 lalu.

Selain itu, politisi Partai Aceh itu menyebutkan, harus ada  koordinasi hingga ke tingkat kecamatan. Camat bersama perangkat daerah, kepala sekolah, tokoh masyarakat, dan ulama diharapkan ikut mengawasi pelaksanaan MBG di lapangan sebagai perpanjangan tangan pemerintah daerah.

“Sehingga tidak ada masalah MBG di Aceh Timur, jangan sampai ada keracunan dan lain sebagainya,” terangnya.

Dia menegaskan SPPG dan SPPI dapat memberdayakan potensi lokal dalam penyediaan menu harian. Menurutnya, pemberdayaan petani, nelayan, dan pelaku usaha kecil di daerah akan memberikan manfaat ganda, yakni mendukung program nasional sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Kalau ada kelompok tani yang menanam jagung, pengrajin tahu-tempe, petani sayur, hingga hasil perikanan, itu semua bisa masuk ke dapur MBG. Dengan begitu, program ini bukan hanya menyehatkan anak-anak kita, tapi juga memberi rezeki bagi masyarakat sekitar,” jelasnya pungkasnya.

Saat ini katanya sebanyak 16 dapur MBG Aceh Timur telah beroperasi. “Saya mau petani kaya raya karena hasilnya semua diserap oleh dapur MBG,” pungkasnya.

|RIL |DIMAS

 

Bagikan Postingan

Postingan Terpopuler

Pilihan Untukmu

Bupati Al Farlaky Serahkan Simbolis 20 Mobil Truck untuk Koperasi Desa Merah Putih

ACEH TIMUR — Sebanyak 20 unit mobil pick up...

Lensa Energi di Kabupaten Langkat: Membuka Cakrawala Lewat Kacamata

LANGKAT – Sebanyak 14 dari 65 siswa SDN 050775...

1 Rumah dan 3 Dapur Minyak Ilegal Terbakar di Aceh Timur

IDI- Satu rumah dan tiga dapur minyak illegal terbakar...

Bupati Al-Farlaky ; Hari Damai Aceh, Seluruh Desa Gelar Doa Bersama

Camat dan Keuchik Dihimbau Gelar Doa Bersama Aceh Timur– –...

Viral, Oknum Satpol PP Kantongi Rokok Pedagang Saat Razia di Aceh Utara

LHOKSUKON – Dua oknum petugas Satuan Polisi Pamong Praja...