Categories: Polhukam

Sisi Lain Algojo Hukum Cambuk di Aceh …

LHOKSEUMAWE – Pria jangkung itu mengenakan pakaian serba coklat membungkus tubuhnya. Hanya tersisa sobekan kain untuk melihat di bagian kedua mata. Ditangannya terdapat rotan. Dialah algojo sang eksekutor terhukum cambuk.

Dia bertugas menyabetkan rotan ke tubuh terhukum yang melanggar syariat Islam di Aceh seperti, zina, perjudian, dan khamar. Hukuman ini diatur dalam Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

Algojo dilarang berbicara. Nama asli dan sosoknya dirahasiakan. Sehingga terhukum dan keluarga tak bisa mengenali siapa dibalik topeng dan baju serba tertutup itu.

Ukuran alat pencambukan yang digunakan adalah rotan sepanjang satu meter, jarak antara terhukum dan pencambuk berkisar 0,70 sampai satu meter, dengan posisi pencambuk berdiri di sebelah kiri terhukum.

Mereka pun harus mengikuti pelatihan khusus. Bagaimana cara mengeksekusi terhukum cambuk.

Matanya fokus ke bagian tubuh yang akan dicambuk yakni pada bagian punggung antara sisi bahu hingga pinggang. Dilarang mengenai pada bagian kepala, wajah, dan lainnya. Telinganya mendengar aba-aba dalam hitungan angka 1, 2,3 dan seterusnya. Setelah aba-aba diberikan barulah rotan diayun ke arah tubuh.

Disampingnya tim dokter siaga mengawasi. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Kota Lhokseumawe, Ashabul Jamil, Sabtu (18/4/2025) menyebutkan, sesuai regulasi, identitas algojo wajib dirahasiakan.

“Jika identitas mereka terbuka, mereka bicara dan diketahui oleh terhukum atau keluarganya, dikhawatirkan menjadi dendam pribadi,’ katanya. Karena itu pula, algojo tetap dirahasikan.

Dia berharap, ke depan angka pelanggaran syariat Islam semakin menurun dari waktu ke waktu. “Butuh kesadaran bersama, mengawasi sesama, mengawasi keluarga, agar angka pelanggaran menurun terus. Sehingga tidak ada lagi yang dihukum cambuk,” pungkasnya.

|KOMPAS

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Viral, Jembatan Bolong Menuju SD Pedalaman Aceh Utara Membahayakan Murid

LHOKSUKON- Sebuah video berisi keluhan guru tentang jembatan sepanjang tujuh meter di Desa Riseh Tunong,…

8 hours ago

Puluhan Mahasiswa Demo Walikota Lhokseumawe, Tuntut Jadup hingga Pembayaran Gaji PPPK

LHOKSEUMAWE| Puluhan mahasiswa dari Universitas Malikussaleh (Unimal) Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh mendemo Wali Kota…

8 hours ago

Pupuk Indonesia Dukung Percepatan Swasembada Bawang Putih

Jakarta– PT Pupuk Indonesia (Persero) mendukung percepatan swasembada bawang putih nasional melalui penyediaan pupuk yang…

13 hours ago

BMKG Ingatkan Warga Aceh Utara Waspada Angin Kencang

LHOKSUKON Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh melansir sejumlah bangunan rusak…

1 day ago

Dosen Unimal Gelar Green Disaster Literacy untuk Perkuat Kepedulian Lingkungan Siswa SMPN 8 Lhokseumawe

Lhokseumawe — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Malikussaleh (Unimal) menggelar kegiatan bertema “Green Disaster…

1 day ago

Dana IndonesiaRaya Dorong Ekonomi Daerah Lewat Budaya

BANDA ACEH - Minat pelaku budaya untuk mengakses Dana IndonesiaRaya terus membeludak. Pendanaan ini tak…

1 day ago

This website uses cookies.