Categories: AdvertorialFeatured

Pupuk Indonesia Mampu Tingkatkan Produktivitas Padi di Kulon Progo Melalui Pemupukan Berimbang

Kulon Progo – PT Pupuk Indonesia (Persero) terus mendorong petani di berbagai daerah untuk menerapkan pemupukan berimbang. Metode ini terbukti menghasilkan produktivitas 8 ton per hektar pada lahan padi di Kecamatan Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Regional CEO Regional 2 Pupuk Indonesia, Muhammad Ihwan F. mengatakan bahwa hasil panen tersebut menjadi bukti pemupukan berimbang menggunakan produk-produk Pupuk Indonesia, mampu berdampak langsung pada produktivitas dan menandakan kualitas produk tersebut terjaga dengan baik.

“Kami ingin memberikan edukasi sekaligus pembuktian langsung kepada petani mengenai pentingnya pemupukan berimbang. Pada kegiatan ini dilakukan demplot pemupukan berimbang dengan dosis pemupukan 500 kg Petroganik, 300 kg/ha Phonska serta 200 kg/ha Urea,” demikian ungkap Ihwan.

Berdasarkan hasil ubinan, lanjut Ihwan, lahan percontohan yang menerapkan metode pemupukan berimbang menghasilkan produktivitas sebesar 8,288 ton per hektar. Lebih lanjut Ihwan menyampaikan bahwa hasil ini menunjukkan penerapan pemupukan berimbang mampu memberikan hasil yang optimal sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk.

Produktivitas yang dicapai pada kedua perlakuan berada pada tingkat yang sangat baik dan menunjukkan bahwa rekomendasi pemupukan yang tepat mampu mendukung pertumbuhan tanaman secara maksimal.

Ihwan mengatakan peningkatan produktivitas padi pada lahan demplot ini menjadi bukti bahwa penggunaan pupuk yang berkualitas serta didukung penerapan dosis sesuai rekomendasi dapat menghasilkan produktivitas tinggi dan berkelanjutan.

“Hasil uji coba ini memberikan keyakinan kepada petani bahwa pemupukan berimbang memberikan efek peningkatan produktivitas tanaman padi,” jelas Ihwan.

Ke depan, Ihwan mengatakan bahwa Pupuk Indonesia akan terus mendorong kegiatan uji coba pemupukan berimbang dan pendampingan kepada petani guna memperluas pemahaman mengenai praktik pemupukan yang tepat sesuai kebutuhan tanaman dan kondisi lahan.

Upaya ini diharapkan dapat mendukung peningkatan produktivitas pertanian nasional sekaligus mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Menurut dia, dengan hasil yang diperoleh pada demplot di Kecamatan Nanggulan ini, petani semakin memiliki gambaran nyata bahwa penerapan teknologi budidaya dan pemupukan berimbang merupakan salah satu kunci untuk mencapai hasil panen yang tinggi, efisien, dan berkelanjutan.[]

Bagikan Postingan
Sambo

Recent Posts

Semnas ke-10 PNL Bahas Masa Depan Riset Nasional

LHOKSEUMAWE – Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) kembali memperkuat komitmennya dalam pengembangan riset, inovasi, dan kolaborasi…

1 day ago

Rekind Tegaskan Komitmen K3, Proyek Salak Unit 7 Capai 2 Juta Jam Kerja Aman

JAKARTA - Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan prioritas yang tidak dapat ditawar bagi PT…

3 days ago

Bupati Al-Farlaky Hadiri Muzakarah Dayah Keude Dua

Disambut Hangat Ulama Kharismatik Aceh Aceh Timur – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I.,…

4 days ago

Pakar UI Ajak Mahasiswa Kenali Consent dan Lawan Kekerasan Digital

Lhokseumawe — Meningkatkan kesadaran terhadap kekerasan seksual di ruang digital menjadi fokus Kuliah Umum Program…

5 days ago

Baru 1 Tahun 5 Bulan, Mualem Copot Mantan Jubir Pemenangan dari Direksi PT PEMA

BANDA ACEH – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau akrab disapa Mualem, selaku pemegang saham utama…

5 days ago

Lagi, Bupati Al-Farlaky Toreh Penghargaan ILMA 2026, Inovasi Fiskal dan Penanganan Bencana

Denpasar – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., terpilih sebagai salah satu penerima…

6 days ago

This website uses cookies.