LHOKSEUMAWE – Belasan warga memadati satu rak sederhana di Jalan Merdeka, depan Kantor Imigrasi Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, Rabu (5/3/2025). Mereka berburu lemang racikan keturunan Wak Saleh.
Di lokasi itu, Ridwan bersama timnya sedang berjualan lemang. Lengkap memasang spanduk dengan tulisan “Bang Wan Putra Almarhum Wak Saleh”. Itu sebagai garansi produksi lemang dari garis keturunan Wak Saleh.
Almarhum Saleh akrab disapa Wak Leh atau Wak Saleh memulai bisnis itu sejak 1968 silam. Di belakang rumahnya dibilangan Teumpok Tengoh, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh asap mengepul memanggang lemang.
Seluruh garis keuturunan dari anak, mantu hingga cucu terlibat dalam bisnis lemang ini. Marzuki, Ridwan merupakan anak Wak Saleh yang meneruskan bisnis itu. Mereka membuka beberapa gerai selama bulan Ramadhan di Lhokseumawe.
Seluruhnya memasang spanduk tulisan anak Wak Saleh. Sebagai garansi kepastian rasa untuk pembeli.
“Dalam sehari bisa buat 600 batang lemang. Dari pagi hingga siang,” kata Ridwan kepada Kompas.com, sembari melayani pembeli.
Untuk memasang lemang butuh kesabaran tingkat tinggi. Harus mampu menstabilkan besaran api pemanggangan. Agar ketan didalam lemang masak merata.
Ukuran bambu untuk lemang sekitar 80 sentimeter atau 1 meter. Lalu dimasukan daun pisang muda dalam lobang bambu. Barulah dituangkan beras ketan lengkap dengan santan ke dalam bambu. Setelah itu dipanggang hingga matang.
Kelebihan lemang Wak Saleh, generasi kedua masih mampu menjaga citarasa. Mulai dari kelembutan ketan, rasa lemak yang pas dan selai sarikaya yang gurih. Sungguh padu padanan penganan berbuka yang nikmat.
“Harga jual mulai Rp 5.000 per potong lemang,” kata Ridwan. Ukurannya sejengkal tangan pria dewasa. Ditambah dengan satu bungkus selai sarikaya.
Salah seorang pembeli, Muammar Albayuni di lokasi menyebutkan citarasa yang dipertahankan membuat lemang itu mampu bertahan. “Padahai sudah ditangan generasi kedua, tapi kita masih percaya citarasanya sama. Itu kelebihan almarhum Wak Saleh mampu meneruskan resep ke garis keturunannya,” pungkas Muammar.
Kini, selama bulan Ramadhan, warga Kota Lhokseumawe akan dimanjakan lemang Wak Saleh. Untuk membelinya, silakan lihat spanduk yang dipasang. Pasti akan ada tulisan keturunan Wak Saleh. Selamat mencoba.
|KOMPAS

Subscribe to my channel

