Categories: Polhukam

Masih Ingat Korupsi Tanah Kuburan Lhokseumawe, Ini Perkembangannya

Lhokseumawe- Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhokseumawe masih melakukan pemeriksaan saksi dan mengumpulkan alat bukti terkait kasus dugaan korupsi pengadaan tanah kuburan di Gampong Alue Lim, Kecamatan Blang Mangat.

“Hingga kini sudah 14 saksi kita mintai keterangan terkait kasus itu. Ada pun saksi itu ada dari kalangan masyarakat, pejabat pemerintah, perangkat desa dan tim appraisal penghitung taksasi tanah,” kata Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Lhokseumawe, Therry Gutama, Senin (10/6).

Namun tidak menutup kemungkinan saksi akan bertambah, serta pendalaman pemeriksaan terhadap saksi yang ada.
“Kini kita juga masih melakukan koordinasi dengan tim auditor untuk perhitungan kerugian negara. Namun, kita juga belum menetapkan tersangka terkait kasus itu,” ujarnya.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhokseumawe mengusut dugaan korupsi pembebasan lahan tanah kuburan di Desa Alue Lim, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, tahun 2022.

Kepala Kejaksaan Negeri Lhokseumawe, Lalu Syaifuddin, Kamis (22/2), mengatakan timnya sudah mengusut kasus itu dan menemukan dugaan kuat tindak pidana korupsi.
Tanah kuburan untuk masyarakat Desa Kuta Blang, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe tersebut dibeli menggunakan uang APBK Lhokseumawe sebesar Rp1,7 miliar.

“Diduga ada mark-up harga tanah sebesar hampir Rp500 juta,” katanya.

Lalu menyebutkan, tanah seluas 1,5 hektare tersebut diduga dibeli dengan harga terlalu tinggi, sehingga menimbulkan kerugian negara.

Sejauh ini, jaksa sudah memanggil sejumlah pejabat Pemerintah Kota Lhokseumawe yang terlibat dalam pembelian tanah, pemilik tanah hingga aparatur desa.

Sekadar catatan, auditor Inspektorat Lhokseumawe, berdasarkan surat perintah tugas telah menyelesaikan laporan audit per  3 Juni 2024. Mereka bekerja mulai 8 -31 Mei 2024.

|TIM|DIMAS

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

24.500 UMKM Rusak Karena Banjir Aceh Timur, Berharap Stimulus dari Pemerintah

IDI RAYEUK- Sebanyak 24.500 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh…

1 day ago

Derita Anak Penyintas Banjir Tamiang, Ribuan Belum Miliki Seragam dan Alat sekolah

KUALA SIMPANG - Ribuan pelajar Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, belum memiliki seragam sekolah dan…

2 days ago

Bupati Al-Farlaky Minta Camat dan Geuchik Uji Publik Ulang Data Penerima Bantuan Rumah BNPB

Aceh Timur — Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, meminta seluruh camat agar memerintahkan para…

3 days ago

Kebangkitan Wisata Aceh Tengah Masih Terkendala, Ini Harapan Pelaku Bisnis

Takengon — Kebangkitan sektor pariwisata di Aceh Tengah pasca bencana longsor dan banjir bandang hingga…

4 days ago

2 Jembatan Amblas Penghubung Antar Kecamatan Aceh Utara Belum Diperbaiki

LHOKSUKON - Sebanyak dua jembatan yang amblas karena banjir November 2025 lalu hingga hari ini,…

4 days ago

Begini Pengaturan WFH di Aceh Timur…

IDI RAYEUK – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, resmi memberlakukan Work From Home (WFH)…

5 days ago

This website uses cookies.