Categories: AdvertorialFeatured

Kebangkitan Wisata Aceh Tengah Masih Terkendala, Ini Harapan Pelaku Bisnis

Takengon — Kebangkitan sektor pariwisata di Aceh Tengah pasca bencana longsor dan banjir bandang hingga kini dinilai belum menunjukkan perkembangan yang signifikan. Kondisi ini turut berdampak pada pelaku usaha, khususnya di sektor perhotelan yang sangat bergantung pada kunjungan wisatawan.

General Manager Dream Hill Villa Burtelege, Agus Eko, mengungkapkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan saat ini mengalami penurunan drastis dibandingkan tahun-tahun sebelum bencana. Bahkan, menurutnya, kondisi pasca pandemi COVID-19 justru sempat menunjukkan tren yang lebih baik dibanding situasi saat ini.

“Pasca kejadian, kunjungan wisata sangat jauh berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kami berharap perbaikan segera dilakukan, terutama pada akses jalan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Miftah, Operational Manager Fairuz Hotel by Calandra Takengon. Ia menilai pemulihan sektor pariwisata membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan media.

Saat ini, akses menuju Takengon memang sudah dapat dilalui. Namun, kondisi cuaca hujan yang terjadi secara berkelanjutan masih menimbulkan rasa trauma dan kekhawatiran, baik bagi masyarakat setempat maupun wisatawan dari luar daerah.

Dari sisi pelaku usaha perhotelan, pemberitaan yang beredar juga diharapkan dapat memberikan informasi yang berimbang dan bernuansa positif. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan calon wisatawan agar tidak ragu berkunjung.

Para pelaku usaha juga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan infrastruktur, khususnya akses jalan dan sarana penunjang pariwisata. Mengingat Aceh Tengah, khususnya Takengon, merupakan salah satu destinasi unggulan di Aceh setelah Sabang.

Di tengah berbagai tantangan, proses pemulihan diakui bukanlah hal yang mudah. Kerusakan infrastruktur, destinasi wisata, hingga dampak psikologis yang ditimbulkan akibat bencana membutuhkan waktu serta kolaborasi semua pihak untuk dipulihkan.

Meski demikian, optimisme tetap terjaga. Para pelaku usaha percaya bahwa pariwisata Aceh Tengah akan kembali bangkit. Dengan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh elemen pariwisata, diharapkan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung dapat segera tercipta kembali.

Selain itu, penyampaian informasi yang positif dan membangun juga dinilai penting untuk meningkatkan kembali minat wisatawan berkunjung ke Aceh Tengah.

|MUMUL

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

24.500 UMKM Rusak Karena Banjir Aceh Timur, Berharap Stimulus dari Pemerintah

IDI RAYEUK- Sebanyak 24.500 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh…

1 day ago

Derita Anak Penyintas Banjir Tamiang, Ribuan Belum Miliki Seragam dan Alat sekolah

KUALA SIMPANG - Ribuan pelajar Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, belum memiliki seragam sekolah dan…

1 day ago

Bupati Al-Farlaky Minta Camat dan Geuchik Uji Publik Ulang Data Penerima Bantuan Rumah BNPB

Aceh Timur — Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, meminta seluruh camat agar memerintahkan para…

3 days ago

2 Jembatan Amblas Penghubung Antar Kecamatan Aceh Utara Belum Diperbaiki

LHOKSUKON - Sebanyak dua jembatan yang amblas karena banjir November 2025 lalu hingga hari ini,…

4 days ago

Begini Pengaturan WFH di Aceh Timur…

IDI RAYEUK – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, resmi memberlakukan Work From Home (WFH)…

5 days ago

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Apresiasi Polda Sumbar Ungkap Kasus LPG Oplosan di Sumatera Barat

Padang — Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menyampaikan apresiasi kepada Kepolisian Daerah…

5 days ago

This website uses cookies.