Categories: FeaturedPolhukam

Fungsi Forbes Aceh Menguat Ditangan TA Khalid



LHOKSEUMAWE | ‎Forum Bersama DPD-DPR RI asal Aceh atau Forbes Aceh menguat fungsinya untuk menjembatani aspirasi rakyat Aceh di tingkat nasional. Di bawah kepemimpinan TA Khalid, anggota DPR RI dari Gerindra, fungsi Forbes Aceh hidup sebagai penyambung lidah rakyat Aceh di Jakarta.

‎Hal itu disampaikan oleh Dr. M. Rizwan Haji Ali, pengajar program studi Ilmu Politik, Fisip, Universitas Malikussaleh, di Lhokseumawe, Kamis, 20 November 2025.

‎”Secara politik, pernyataan TA Khalid di forum Badan Legislasi DPR RI tentang posisi MoU Helsinki dalam konteks perdamaian Aceh dalam kerangka NKRI merupakan peringatan dini kepada semua pihak di Pusat supaya tidak mengabaikan pentingnya kedudukan kesepakatan damai tersebut,” ujarnya.

‎Pernyataan TA Khalid memiliki relevansi signifikan dengan kondisi Aceh hari ini yang sedang dalam proses “negosiasi” dengan pemerintah Pusat dalam perubahan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA). Selain itu, MoU Helsinki terbukti telah melahirkan perdamaian Aceh sejak 2005 hingga hari ini. Ini merupakan pencapaian yang sangat penting di Aceh, tambahnya.

‎”Mengabaikan MoU Helsinki sebagai komitmen perdamaian dalam NKRI dalam melahirkan kebijakan nasional untuk Aceh, bisa menimbulkan keraguan di tengah masyarakat Aceh tentang masa depan perdamaian Aceh. Apalagi jika komitmen tersebut sampai terpinggirkan dan diabaikan, tentu semua pihak di Aceh merasa tersentak,” ulasnya.

‎Keberadaan Forbes Aceh sangat penting untuk menyampaikan aspirasi rakyat Aceh di tingkat Pusat, sehingga terdengar secara nyaring di Senayan. Apalagi, anggota Banleg DPR RI tidak semua memahami konteks konflik dan perdamaian Aceh. Ada kewajiban historis, filosofis, yuridis dan politis semua pihak yang membahas revisi UUPA tersebut memahami sejarah Aceh.

‎Rizwan menambahkan bahwa Forbes Aceh harus didukung oleh Pemerintah, DPR Aceh dan rakyat Aceh sehingga dapat berfungsi optimal dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat Aceh secara keseluruhan. Karena ini merupakan forum perjuangan rakyat Aceh secara konstitusional.

‎”Kita bisa melihat pentingnya Forbes ini ketika ada kebijakan Pemerintah yang tidak dapat diterima oleh masyarakat Aceh, seperti kasus empat pulau dan revisi UUPA saat ini,” katanya.

‎Dari sisi representasi politik,Forbes merupakan bentuk pelembagaan, konsolidasi politik dan sumber daya untuk memperjuangkan aspirasi rakyat Aceh Aceh di Pusat. Sehingga fungsi Forbes harus terus diperkuat, tandas Rizwan.

|MUMUL

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Curhat Pelajar yang Diinjak-injak Seorang Gadis ke Bupati Aceh Timur, Ingin Pindah Sekolah

IDI- IR, pelajar SMP di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh mengeluarkan curahan hatinya di depan…

3 hours ago

Prodi Psikologi Universitas Malikussaleh Jalani Asesmen Lapangan Akreditasi BAN-PT

Lhokseumawe– Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh (Unimal) menjalani Asesmen Lapangan Akreditasi dari Badan…

3 hours ago

KJE FC Singkirkan PS Pemkab Aceh Utara 1-0, Melaju ke Final Liga JPFC

LHOKSEUMAWE– Koperasi Keuramat Jaya Energy (KJE) FC memastikan satu tempat di partai puncak Liga Eksekutif…

3 hours ago

Joget Berujung Sanksi Etik untuk 3 Satpol PP Bireuen

BIREUEN- Tiga personel Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP & WH) Kabupaten…

1 day ago

Bank Indonesia Lhokseumawe Menang Setengah Lusin di Liga JPFC

Melaju ke Final Liga Eksekutif LHOKSEUMAWE– PS Bank Indonesia Lhokseumawe tampil luar biasa dengan mengalahkan…

1 day ago

Pertamina Tambah Pasokan Bahan Bakar untuk Aceh

LHOKSEUMAWE- Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) terus mengoptimalkan distribusi BBM guna memastikan…

1 day ago

This website uses cookies.