Categories: Polhukam

Oditur Militer Diminta Banding Vonis Kasus Pembunuhan Imam Masykur

LHOKSEUMAWE – Tim pengacara kasus pembunuhan terhadap Imam Masykur, warga Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, berharap Oditur Militer II-07 Jakarta melakukan banding atas vonis hakim terhadap tiga pelaku pembunuhan itu.

Mereka adalah Praka Riswandi Manik dari satuan Pasukan Pengaman Presiden, Praka Heri Sandi dari Direktorat Topografi Angkatan Darat dan Praka Jasmowir dari Kodam Iskandar Muda.

Ketiga divonis majelis hakim Pengadilan Militer II-08 Jakarta, penjara seumur hidup dan dipecat dari dinas militer, Senin (11/12/2023). Vonis itu lebih ringan dibanding tuntutan oditur militer yaitu hukuman mati dan dipecat dari dinas militer.

Ridwan Hadi, salah seorang pengacara mendampingi keluarga Imam Masykur yang tergabung dalam 011 Hotman Paris Hutapea dihubungi per telepon menyebutkan, tim kuasa hukum berharap oditur militer melakukan banding atas putusan itu.

“Kita harap, demi rasa keadilan, oditur militer banding. Karena tidak sesuai dengan tuntutan yaitu hukuman mati,” kata Ridwan Hadi.

Pengacara senior di Aceh itu menyebutkan oditur militer memiliki waktu 14 hari untuk menentukan sikap atas vonis yang dijatuhkan hakim.  Sedangkan oditur militer di Jakarta mengaku masih berpikir untuk sikap selanjutnya dan mempelajari berkas vonis hakim tersebut.

“Kami harap, bisa dilakukan banding. Agar diberi hukum maksimal dan menjadi efek jera bagi ketiga pelaku,” pungkasnya.

Sedangkan Yuni Maulida, kekasih Imam Masykur belum memberi respon. “Nanti saya jawab ya. Ini baru selesai persidangan dan dalam perjalanannya,” pungkasnya.

Sebelumnya Imam Masykur, penjual obat di Jakarta dibunuh secara keji oleh ketiga oknum militer tersebut. Mereka menculik Imam lalu menyiksanya dengan meminta tebusan pada keluarga sebesar Rp 50 juta. Tebusan itu tidak dipenuhi dan jasad Imam ditemukan di sebuah sungai di Sumedang.

Belakangan Pom TNI AD menahan ketiganya dan kasus ini menjadi perhatian publik di tanah air.

|KOMPAS

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

24.500 UMKM Rusak Karena Banjir Aceh Timur, Berharap Stimulus dari Pemerintah

IDI RAYEUK- Sebanyak 24.500 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh…

2 days ago

Derita Anak Penyintas Banjir Tamiang, Ribuan Belum Miliki Seragam dan Alat sekolah

KUALA SIMPANG - Ribuan pelajar Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, belum memiliki seragam sekolah dan…

2 days ago

Bupati Al-Farlaky Minta Camat dan Geuchik Uji Publik Ulang Data Penerima Bantuan Rumah BNPB

Aceh Timur — Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, meminta seluruh camat agar memerintahkan para…

3 days ago

Kebangkitan Wisata Aceh Tengah Masih Terkendala, Ini Harapan Pelaku Bisnis

Takengon — Kebangkitan sektor pariwisata di Aceh Tengah pasca bencana longsor dan banjir bandang hingga…

4 days ago

2 Jembatan Amblas Penghubung Antar Kecamatan Aceh Utara Belum Diperbaiki

LHOKSUKON - Sebanyak dua jembatan yang amblas karena banjir November 2025 lalu hingga hari ini,…

4 days ago

Begini Pengaturan WFH di Aceh Timur…

IDI RAYEUK – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, resmi memberlakukan Work From Home (WFH)…

5 days ago

This website uses cookies.