DINAS Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, menggelar workshop kader Posyandu di Hotel Lido Graha, Kota Lhokseumawe.
Workhshop itu untuk meningkatkan kompetensi penyelenggaraan, penimbangan Posyandu dan kunjungan rumah.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara, Samsul Bahri, Jumat (12/5/2023) menyebutkan, kader Posyandu (Pos Layanan Terpadu) merupakan garda terdepan dalam penyalanan kesehatan.
“Wilayah Aceh Utara sangat beragam, mulai pebukitan, pedalaman, pantai hingga menyeberang sungai. Semua wilayah itu dijangkau oleh kader Posyandu untuk memastikan pengecekan rutin kesehatan ibu dan bayi,” kata Samsul.
Dia menyebutkan, tenaga kesehatan yang ikut workshop itu diminta untuk serius mengikuti workshop. “Ini peningkatan kompetensi, agar semakin mahir dalam memberi pelayanan pada masyarakat yang tersebar pada 852 desa di Aceh Utara,” katanya.
Dia menyebutkan, sebagian masyarakat yang pernah atau tidak pernah berkunjung ke Posyandu menjadi target utama kunjungan rumah. “Sebagian masyarakat itu pernah berkunjung ke Posyandu, lalu tidak datang lagi. Sebagian lagi tidak mau Posyandu, namun langsung ke Puskesmas. Ini dua target utama kunjungan rumah,” kata Samsul.
Sisi lain, ibu hamil dan ibu menyusui menjadi salah satu fokus kunjungan. “Kami sangat serius mengunjung ibu dan bayinya serta ibu hamil. Ini memastikan bayi dan ibu sehat,” katanya.
Untuk kader Posyandu yang berkunjung, bisa perorangan atau dalam satu tim terdiri dari dua orang. Sehingga, bisa menjangkau semua wilayah tugas yang telah ditetapkan oleh Dinas Kesehatan Aceh Utara.
Pastikan Semua Terlayani
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Amir Syarifuddin, menyebutkan, kompetensi kader Posyandu di Aceh Utara sangat mumpuni. Namun, perlu ditingkatkan dari waktu ke waktu. Sehingga tidak ada kendala dalam menjalankan tugas saat berbicara dengan masyarakat.
“Prinsipnya sederhana, jadikan ibu-ibu dan anaknya di desa-desa itu, layaknya ibu kita sendiri, anak kita sendiri. Rasa melayani orang tua dan anak kita, sebegitulah harus kita praktikan pada masyarakat,” kata Amir.
Dia mengatakan, secara pribadi, dari waktu ke waktu, dia mengingatkan semua tenaga kesehatan untuk terus melayani. “Pastikan rakyat terlayani dengan baik. Itu tugas dan pengabdian kita. Insya Allah menjadi berkah dalam hidup kita,” katanya.
Dia juga mengajak semua tenaga kesehatan agar merenung prinsip dasar pelayanan. “Sesungguhnya, melayani bernilai ibadah. Di situlah letak kita, agar terus memberi yang terbaik,” katanya.
Selain itu, dia meminta agar Posyandu mengajak semua stakeholder untuk terus bekerjasama.
“Semua lapisan masyarakat ajak ikut serta. Partisipasi kaum bapak, tokoh agama, dan tokoh masyarakat harus diajak. Agar program memberi pelayanan kita menjadi ringan, karena masyarakat sukarela dan sukacita mendatangi Posyandu,” terangnya.
1. Pendaftaran
Meja pertama Posyandu adalah pendaftaran di mana ibu dan balita akan datang untuk mendaftar.
Tugas kader adalah mengarahkan dan mencatat pendaftaran ibu dan anak yang akan ikut Posyandu.
2. Penimbangan Berat Badan dan Pengukuran Tinggi Badan
Kedua adalah meja penimbangan, di sini Si Kecil akan ditimbang berat badannya.
Kader Posyandu akan membantu menimbang anak-anak sesuai dengan usianya.
Di mana balita menggunakan timbangan duduk dan bayi menggunakan timbangan naik atau timbangan tidur.
Tak hanya itu saja, kader juga nantinya akan melakukan pengukuran tinggi badan.
3. Pencatatan Data
Meja ketiga adalah pencatatan, kader Posyandu akan mengisi buku KIA atau Kesehatan Ibu dan Anak setelah mendapatkan berat badan, tinggi dan lingkar kepala anak.
Disinilah alasan mengapa penting untuk selalu membawa buku KIA yang bersampul warna merah muda ke posyandu.
Tak hanya mencatat data yang sudah didapatkan, kader juga akan mengecek data-data lainnya, seperti data imunisasi.
Apabila memang sudah waktunya Si Kecil mendapatkan imunisasi, kader akan mengingatkan.
4. Pemberian Makanan Tambahan (PMT)
Setelahnya di meja keempat akan dilayani pemberian tambahan gizi.
Kader Posyandu akan memberikan PMT (Pemberian Makanan Tambahan) setelah melakukan pemeriksaan.
Biasanya, menu PMT masing-masing posyandu berbeda-beda. Setiap bulan juga akan berganti.
5. Pelayanan Kesehatan Soal KB dan Imunisasi
Di posyandu biasanya akan datang juga bidan atau dokter yang mendampingi.
Moms bisa bertanya pada bidan atau dokter tersebut soal KB atau imunisasi.
Di Posyandu, ada banyak kegiatan seru dan bermanfaat yang wajib kaum ibu ketahui, sebagai berikut:
1. Pemeriksaan Pertumbuhan Anak
Kegiatan paling utama di Posyandu adalah memeriksa pertumbuhan anak mulai dari tinggi, berat, hingga lingkar kepalanya sekalipun Moms.
Pasalnya, ketiga hal tersebut harus mengalami peningkatan seiring bertambahnya usia anak.
Jika tidak mengalami kenaikan maka bisa saja tumbuh kembang anak mengalami masalah.
Jika ada masalah, biasanya kader Posyandu pun akan menyuruh Moms pergi ke Puskesmas terdekat.
2. Pemberian Vitamin
Selain pemeriksaan pertumbuhan, di Posyandu juga anak-anak bisa mendapatkan vitamin.
Asupan vitamin tentu saja diperlukan untuk mendukung tumbuh kembang anak menjadi lebih optimal.
3. Imunisasi
Posyandu juga sebagai tempat untuk anak mendapatkan imunisasi. Jadi, ketika ingin mendapat imunisasi Moms tak perlu lagi datang ke Puskesmas ataupun rumah sakit.
Namun, sampai saat ini masih banyak posyandu yang belum menyediakan fasilitas imunisasi.
Maka dari itu, ada baiknya Moms bertanya terlebih dahulu pada kader yang bertugas.
Apabila memang tidak ada, biasanya kader akan memberikan informasi terkait faskes yang menyediakan imunisasi.
4. Konseling
Di Posyandu juga kaum ibu akan mendapatkan konseling terkait bagaimana cara merawat anak yang baik terutama di 1000 hari kehidupannya.
|ADVERTORIAL
IDI RAYEUK- Sebanyak 24.500 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh…
KUALA SIMPANG - Ribuan pelajar Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, belum memiliki seragam sekolah dan…
Aceh Timur — Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, meminta seluruh camat agar memerintahkan para…
Takengon — Kebangkitan sektor pariwisata di Aceh Tengah pasca bencana longsor dan banjir bandang hingga…
LHOKSUKON - Sebanyak dua jembatan yang amblas karena banjir November 2025 lalu hingga hari ini,…
IDI RAYEUK – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, resmi memberlakukan Work From Home (WFH)…
This website uses cookies.