Categories: AdvertorialFeatured

Bupati Al-Farlaky Tinjau Jaringan Irigasi Rusak Pascabanjir

Aceh Timur – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., melakukan kunjungan kerja untuk meninjau jaringan irigasi yang rusak akibat dampak banjir di ruas Gampong Arakundo–Grong-Grong, Kecamatan Simpang Ulim, Kamis (11/6/2026).

Dalam kunjungan itu, Bupati juga didampingi Perwakilan BNPB, Kepala Perangkat Daerah Terkait, Anggota DPRA M.Yusuf (Pang Ucok) dan rombongan penting lainnya.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati mengatakan kerusakan jaringan irigasi merupakan ekses dari banjir besar yang melanda kawasan itu pada November 2025 lalu.

Akibatnya, ribuan petani di sejumlah gampong terancam tidak dapat bercocok tanam pada musim tanam tahun ini.

“Kita mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa terdapat 12 gampong dalam satu kemukiman yang masyarakatnya tidak bisa bercocok tanam tahun ini karena saluran irigasi tersumbat pascabanjir,” kata Al-Farlaky.

Menurutnya, sebelumnya penanganan kerusakan daerah aliran sungai Arakundo( DAS) dan jaringan irigasi telah dilakukan oleh Balai Wilayah Sungai Aceh.

Namun kondisi saat ini sudah berada pada tahap darurat sehingga membutuhkan penanganan cepat agar masyarakat dapat kembali memperoleh pasokan air untuk lahan pertanian mereka.

Berdasarkan hasil peninjauan lapangan, terdapat sedikitnya 12 titik yang mengalami longsor, penyumbatan, serta sedimentasi yang menghambat aliran pada jaringan irigasi.

“Karena itu kita juga sudah berdiskusi dengan BNPB untuk melakukan penanganan darurat dengan mendatangkan alat berat guna memperbaiki saluran yang rusak sehingga masyarakat dapat kembali turun ke sawah,” ujarnya.

Terkait waktu pelaksanaan perbaikan, Bupati menegaskan bahwa pekerjaan akan dilakukan secepatnya. Pemerintah Kabupaten Aceh Timur akan segera menggelar rapat bersama dinas teknis, khususnya Dinas Pekerjaan Umum, guna menghitung kebutuhan alat berat serta menyusun langkah teknis penanganan di lapangan.

Selain itu, Bupati juga mendorong instansi terkait untuk segera berkoordinasi dengan pihak Balai Wilayah Sungai guna mempercepat proses pembangunan dan membuka aliran baru sebagai langkah tanggap darurat sementara agar masyarakat tetap dapat melakukan aktivitas pertanian.

“Apabila perbaikan jaringan irigasi dapat segera diselesaikan, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur juga akan berupaya membantu petani melalui penyediaan bantuan bibit agar aktivitas tanam dapat kembali berjalan normal,” imbuh Al-Farlaky.

Menurut Al-Farlaky, kawasan Simpang Ulim, Pante Bidari, dan Madat merupakan daerah persawahan yang luas dan menjadi salah satu penyuplai gabah terbesar di Aceh, khususnya Kabupaten Aceh Timur.

“Ini harus segera kita dorong percepatannya agar pertumbuhan ekonomi sektor pertanian pascabanjir dapat kembali pulih,” tegas Bupati.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Bupati juga memantau langsung kondisi masyarakat yang masih menghuni hunian sementara (huntara). Pada kesempatan itu, ia turut menyerahkan bantuan sembako kepada warga yang saat ini masih menempati huntara.(*)

Bagikan Postingan
Sambo

Recent Posts

Enam Nama, Enam Gagasan di Bursa Rektor Unimal 2027–2030

LHOKSEUMAWE — Bursa pemilihan Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal) periode 2027–2030 mulai mengerucut. Hingga penutupan pendaftaran, enam…

12 hours ago

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Masif Pantau Dampak Karhutla, Salurkan Bantuan Penanggulangan Asap di Padang dan Sekitar

Padang – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) gerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan…

13 hours ago

Ribuan Warga Meriahkan Jalan Santai 800 Tahun Samudera Pasai, Ayahwa: Rawat Warisan Peradaban Islam

ACEH UTARA – Ribuan masyarakat dari berbagai kecamatan di Kabupaten Aceh Utara memadati kawasan Kantor Bupati…

13 hours ago

14 Rumah Penyintas Banjir Terbengkalai 4 Bulan di Aceh Utara, Tukang Pulang Mengaku Tak Digaji

LHOKSUKON - Sebanyak 14 unit rumah untuk penyintas banjir di Desa Abeuk Reuling, Kecamatan Sawang,…

2 days ago

TVRI Aceh Rumahkan 17 Kontributor Saat Kontrak Masih Berjalan, IJTI: Jangan Korbankan Ujung Tombak Pemberitaan

BANDA ACEH – Kebijakan TVRI Aceh merumahkan 17 kontributor di sejumlah kabupaten/kota di Aceh menuai…

2 days ago

Setahun Menanti Pulang di Utara…

Reza Angkasah terlihat kesal bukan kepalang siang itu, Jumat (11/9/2026). Direktur CV Raya Enginering Aceh…

2 days ago

This website uses cookies.