Categories: AdvertorialFeatured

SPP UPMS I: Kenaikan Pertamax Menjadi Alarm bagi Penguatan Kedaulatan Energi Nasional

Medan– Serikat Pekerja Pertamina Unit Pemasaran I (SPP UPMS I) memandang kenaikan harga Pertamax yang dalam periode tertentu telah mencapai lebih dari 30 persen sebagai pengingat penting bahwa sektor energi nasional masih menghadapi berbagai tantangan yang memerlukan perhatian serius dan langkah perbaikan yang berkelanjutan.

Ketua Umum SPP UPMS I, Irsal, menyampaikan bahwa dinamika harga energi yang terjadi saat ini tidak dapat dipandang semata sebagai persoalan komersial. Kondisi tersebut menjadi refleksi bahwa Indonesia perlu terus memperkuat ketahanan dan kedaulatan energi nasional agar tidak terlalu rentan terhadap gejolak eksternal yang memengaruhi sektor energi.

“Situasi ini harus menjadi momentum bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat fondasi energi nasional. Ketahanan energi bukan hanya soal ketersediaan pasokan, tetapi juga bagaimana negara mampu menjaga akses energi yang andal, berkelanjutan, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujar Irsal.

SPP UPMS I menilai bahwa penguatan sektor energi nasional membutuhkan langkah-langkah strategis yang berkelanjutan, mulai dari peningkatan kapasitas produksi energi domestik, penguatan infrastruktur energi, pengembangan energi alternatif, hingga penyempurnaan tata kelola sektor migas yang lebih efektif dan berorientasi pada kepentingan bangsa.

Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi sektor energi nasional, SPP UPMS I juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pekerja Pertamina Patra Niaga yang terus menjalankan tugasnya dengan profesional dan penuh dedikasi dalam melayani kebutuhan energi masyarakat. Menurut SPP UPMS I, pekerja Pertamina Patra Niaga merupakan garda terdepan yang setiap hari memastikan distribusi energi tetap berjalan dengan aman, andal, dan berkelanjutan hingga ke berbagai wilayah Indonesia.

Oleh karena itu, SPP UPMS I mengajak seluruh pekerja untuk tetap menjaga integritas, profesionalisme, serta memperkuat solidaritas internal dalam menghadapi berbagai dinamika yang berkembang. Semangat pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat harus terus dijaga sebagai bagian dari kontribusi pekerja dalam menjaga ketahanan energi nasional.

SPP UPMS I juga mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan momentum ini sebagai pengingat akan pentingnya memperkuat kedaulatan energi nasional. Dengan tata kelola yang semakin baik, pemanfaatan sumber daya energi yang optimal, serta kolaborasi seluruh elemen bangsa, Indonesia diharapkan mampu mewujudkan sistem energi yang lebih mandiri, tangguh, dan berkelanjutan.

“Energi merupakan aset strategis bangsa. Karena itu, diperlukan komitmen dan langkah nyata dari seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan energi nasional tetap berada dalam koridor kepentingan rakyat dan menjadi fondasi bagi pembangunan Indonesia yang berkelanjutan,” tutup Irsal.[]

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

14 Rumah Penyintas Banjir Aceh Utara Terbelangkalai, BNPB Angkat Bicara

LHOKSUKON- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI berjanji menyelesaikan pembangunan 14 rumah atau hunian tetap…

6 hours ago

Ketua TP-PKK Kabupaten Aceh Timur Borong Tiga Penghargaan Di Banda Aceh

Banda Aceh – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Aceh Timur, Ny. Dr. Lismawani Iskandar Al-Farlaky,…

6 hours ago

Enam Nama, Enam Gagasan di Bursa Rektor Unimal 2027–2030

LHOKSEUMAWE — Bursa pemilihan Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal) periode 2027–2030 mulai mengerucut. Hingga penutupan pendaftaran, enam…

2 days ago

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Masif Pantau Dampak Karhutla, Salurkan Bantuan Penanggulangan Asap di Padang dan Sekitar

Padang – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) gerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan…

2 days ago

Ribuan Warga Meriahkan Jalan Santai 800 Tahun Samudera Pasai, Ayahwa: Rawat Warisan Peradaban Islam

ACEH UTARA – Ribuan masyarakat dari berbagai kecamatan di Kabupaten Aceh Utara memadati kawasan Kantor Bupati…

2 days ago

14 Rumah Penyintas Banjir Terbengkalai 4 Bulan di Aceh Utara, Tukang Pulang Mengaku Tak Digaji

LHOKSUKON - Sebanyak 14 unit rumah untuk penyintas banjir di Desa Abeuk Reuling, Kecamatan Sawang,…

3 days ago

This website uses cookies.