Categories: News

17 Tahun Aceh Damai, Sektor Ekonomi Tidak Ada Perubahan

LHOKSEUMAWE |  Usia perdamaian Aceh telah memasuki 17 tahun, namun dalam sektor perekonomian dinilai masih belum ada perubahan dan pertumbuhan perekonomian Aceh berdampak secara signifikan.

pakar ekonomi syariah Aceh Dr. Damanhur Abbas mengatakan, seharusnya sejak usai dilakukan penandatangganan MoU Helsinki, maka Aceh harus menyiapkan segala perangkat untuk sektor perekonomian.

“Seharus ketika penandatangganan itu dilakukan, maka harus disiapkan segala perangkat, misalkan harus ada industri sektor perikanan, industri yang menangani bidang peternakan dan lainnya,” ujar Damanhur, Senin, 15 Agustus 2022.

Damanhur menambahkan, sehingga ketika pasca damai terjadi, maka sektor-sektor lapangan kerja sudah mulai terbuka lebar di Aceh, serta perputaran mata uang menjadi lebih maksimal dan mampu menekan angka pengangguran.

Berdasarkan hasil analisanya, saat sekarang ini perputaran mata uang di Aceh sangat lemah, bahkan sejumlah sektor-sektor perekonomiannya berjalan ditempat, sehingga tidak ada perubahan sama sekali.

“Pertumbuhan perekonomian Aceh hanya dirasakan oleh kalangan tertentu saja dan tidak merata secara umum bagi masyarakat. Bahkan perputaran mata uangnya juga sangat lemah, buktinya misalkan kalau ada uang Rp 14 triliun, kemudian di akhir tahun tetap terjadi silpa Rp 4 triliun,” tutur Damanhur.

Sebagaimana diketahui, pada tanggal 15 Agustus 2005 lalu, Pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka, bersepakat menandatanggani perjanjian damai yang berlangsung di Helsinki, Finlandia.

Indonesia diwakili Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaludin, sedangkan GAM mengutus Malik Mahmud Al Haytar untuk menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tersebut.

|AI|KHALIL

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Langkah Hukum Disiapkan, PWI Lhokseumawe Laporkan Dua Oknum TNI Terkait Dugaan Penganiayaan Wartawan

LHOKSEUMAWE – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lhokseumawe menegaskan akan menempuh langkah hukum terkait dugaan penganiayaan terhadap…

4 hours ago

Sepekan Menahan Nyeri, BPJS Turun Tangan: Pasien Patah Tulang Akhirnya Dirujuk ke RS Kesrem

LHOKSEUMAWE – Kasus Syukri (48), petani asal Gampong Bayi, Dusun Rubiah, Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh…

4 hours ago

ACE INN by Calandra Hadir di Banda Aceh, Hotel Budget Baru dengan Konsep Modern dan Harga Bersahabat

BANDA ACEH — Kabar baik bagi masyarakat dan wisatawan yang sedang mencari penginapan nyaman dengan…

19 hours ago

Haiqal Terjatuh di Tengah Kericuhan, Danramil Tanah Luas: Tak Ada TNI yang Memukul

ACEH UTARA – Insiden yang menimpa Haiqal saat pertandingan turnamen sepak bola di Kecamatan Tanah Luas…

1 day ago

Dipukul Dua Oknum TNI Saat Liput Kericuhan, Haikal: Saya Dibidik, Bukan Diamankan

ACEH UTARA – Wartawan Beritamerdeka.net, Haikal Alfikri, mengungkap kronologi dugaan pemukulan terhadap dirinya oleh dua oknum…

1 day ago

PMI dan Habitat Perkuat Kapasitas Masyarakat untuk Hunian yang Lebih Aman di Aceh Utara

ACEH UTARA - Palang Merah Indonesia (PMI) bersama Habitat for Humanity Indonesia memperkuat kapasitas masyarakat…

1 day ago

This website uses cookies.