Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, menempati urutan pertama kota dengan penggangguran terbuka di Provinsi Aceh tahun 2021 yaitu sebesar 11,16 persen.
Kota ini juga menempati posisi ketiga daerah termiskin di Provinsi Aceh yaitu 11 persen. Sedangkan rata-rata kemiskinan nasional hanya 9 persen. Kota ini berada dibawah Kota Banda Aceh dan Kota Langsa, Provinsi Aceh.
Penjabat Wali Kota Lhokseumawe, Dr Imran, dalam pertemuan dengan wartawan di Kantor Wali Kota Lhokseumawe, Jumat (29/7/2022) menyebutkan, dirinya juga terkejut saat tiba di Lhokseumawe. “Persoalannya sangat kompleks. Terlalu lama tertidur panjang. Contoh, hari-hari awal ini saya kunjungi semua pasar tradisional. Kesimpulannya jorok,” kata Imran.
Dia menyebutkan pasar terbaik yakni Pasar Batuphat, Kecamatan Muara Dua, lalu Pasar Punteut, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe. “Terjorok itu Pasar Pusong, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe,” terangnya.
Masalah sampah menjadi perhatian serius, apalagi saluran pembuang seluruhnya sumbat, jorok dan bau. Bahkan, saluran pembuang di samping masjid pun bau. “Jadi sudah saya minta dibersihkan semua, pantai-pantai kita sampahnya banyak, itu harus bersih. Ini masyarakat kita ajak bareng-bareng menata kebersihan kota,” katanya.
Persoalan lain, puluhan bangunan mangkrak menjadi masalah serius. “Saya ndak ada niat bangun ini dan itu. yang sudah ada saja kita manfaatkan, maksimalkan, misalnya bangunan pasar yang sudah dibangun, itu sudah saya rapat, saya suruh fungsikan segera,” katanya.
Termasuk memaksimalkan retribusi daerah. “Ini Pemerintah Aceh Utara sebagian asetnya masih di sini. Lah, saya dengar retribusi juga dibayar ke sana (Aceh Utara). Harusnya bayar ke kita, karena lokasinya di Kota Lhokseumawe,” sebutnya.
Dia pun berjanji terus membenahi komunikasi lintas sektor. Sehingga bisa bergerak bersama untuk kemajuan kota ini. “Karena kita terlalu lama tidur panjang,” ulangnya.
Dia mencontohkan, Kantor Camat Muara Dua, Kota Lhokseumawe, sejak dia masih sekolah dasar, bangunan itu hanya berubah warna cat saja. Begitu pun bangunan lainnya. “Jadi, kita dorong ini agar bisa bergerak. Ini niatan saya membangun tanah kelahiran, karena saya lahir dan besar di sini, hanya saja karir di Jakarta,” katanya.
Imran dilantik menjadi Pj Wali Kota Lhokseumawe pada 14 Juli 2022. Sebelumnya, Imran menjabat Sekretaris di salah satu direktorat jenderal Kementerian Dalam Negeri RI. Imran lahir dan besar di Lhokseumawe, Provinsi Aceh.
Sekadar diketahui, Pemerintah Kota Lhokseumawe dimekarkan dari Kabupaten Aceh Utara tahun 2001 silam. Saat ini, Lhokseumawe memiliki 65 desa tersebar dalam empat kecamatan yaitu Kecamatan Muara Dua, Muara Satu, Banda Sakti, dan Kecamatan Blang Mangat. Jumlah penduduk kota itu sebanyak 190.903 tahun 2021.
Nah, akankah Imran mampu mengurai benang kusut kota yang dulu dijuluki petro dollar itu? Hanya waktu yang bisa menjawab.
Respon Aceh Utara
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Hamdani, menyebutkan tidak benar bahwa retribusi aset Aceh Utara tidak dibayar ke Lhokseumawe. “Retribusi itu sesuai lokasinya, pajak juga begitu. Kalau lokasi aset kami di Lhokseumawe, kami bayar ke Lhokseumawe. Itu terkonfirmasi dari bagian pajak BPKAD Aceh Utara,” pungkas Hamdani.
|MUMUL|DIM

Subscribe to my channel

