LHOKSEUMAWE | Komisi Independen Penyiaran (KPI) Aceh mengajak mahasiswa di Politekni Negeri Lhokseumawe, Selasa (22/6/2022) untuk terjun di bisnis digital. Saat ini, perubahan platform media massa dan industri penyiaran membuka ruang bagi mahasiswa sebagai kreator konten. Namun, sebagai catatan konten yang dihasilkan sedapat mungkin mengandung unsur edukasi dan menghibur. Bisnis konten digital semakin marak akhir-akhir ini di Indonesia.
Komisioner KPI Aceh, Faisal, kepada wartawan di Lhokseumawe menyebutkan, KPI Aceh mendorong lahirnya kreator konten yang bisa bekerjasama dengan industri penyiaran di Aceh. Sehingga, terjadi kolaborasi yang saling menguntungkan antara kreator dengan lembaga penyiaran di Aceh.
“Kita tau, lembaga penyiaran mengeluarkan biaya besar untuk memproduksi konten. Sisi lain, regulasi kita mengamanahkan 10 persen konten lokal wajib ditayangkan oleh lembaga penyiaran. Celah inilah yang bisa dijadikan ajang kolaborasi antara konten kreator dengan lembaga penyiaran,” sebut Faisal.
Sisi lain, dia mengimbau agar mahasiswa menjadi agen penyebar informasi positif sesuai tagline yang diusung KPI Aceh yaitu bicara baik dari Aceh untuk Indonesia. Pemahaman mahasiswa tentang industri penyiaran diharapkan bisa membuka wawasan tambahan bagi generasi muda di bumi Samudera Pasai itu.
“Semoga ke depan akan makin banyak generasi yang melek media, paham cara tangkal konten negatif dan mengambil sisi positif industri penyiaran,” pungkasnya.
|RIZMA

Subscribe to my channel

