NewsDua Kali Bencana, Hidup Seadanya di Pedalaman Aceh Utara…

Dua Kali Bencana, Hidup Seadanya di Pedalaman Aceh Utara…

LHOKSUKON – Sejumlah penyintas banjir di Desa Rumoh Rayeuk, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh kini mengungsi untuk kedua kalinya. Hunian sementara (Huntara) yang dibangun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk korban banjir pada 26 November 2025 lalu roboh diterjang angin kencang Selasa (2/6/2026) lalu.

Belum pulih trauma banjir tujuh bulan lalu, kini mereka menghadapi bencana baru, berupa angin kencang. Nurhayati, satu dari 36 penyintas banjir yang terpaksa mengungsi lagi setelah Huntaranya hancur.

Saat angin kencang disertai hujan deras, dia sedang memandikan putrinya di dalam hunian itu. Namun, tiba-tiba angin langsung mengangkat seluruh atap rumah huntara yang ditempatinya.

“Saya langsung gendong anak saya, ajak ibu saya dan lari sejauh mungkin. Tetangga lainnya juga begitu. Saya takutkan seng mengenai kami,” katanya.

Trauma akan lari dari terjangan banjir besar pada November tahun lalu masih begitu lekat. Karena itu pula, dia pun sangat panik. Bangunan Huntara itu terbuat dari triplek, dengan tiang rangka baja ringan, serta atap seng. Sehingga sangat mudah diterpa angin kencang.

Kini, dia menghidupi orang tua dan anaknya dari hasil berondolan buah sawit. “Saya kutip berondolan sawit dari kebun orang. Upahan 20 ribu rupiah per karung. Inilah saya gunakan buat anak saya sekolah, anak kecil saya dan orang tua saya,” katanya.

Sedangkan bantuan pemerintah berupa jatah hidup, pemulihan ekonomi dan rumah permanen belum ada hingga kini. Dia pun pasrah akan kondisi itu.

“Saya harap semua bantuan yang dijanjikan bisa diberikan segera. Sangat meringankan kami jika uang itu ada,” terangnya. Hingga sore ini, belum ada perbaikan huntara yang rusak itu. Mereka berharap, hunian itu segera dibangun kembali.

“Tidak mungkin menumpang terlalu lama,” keluhnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Fauzan, menyebutkan BNPB menyatakan segera merehab dan memperbaiki Huntara yang rusak tersebut.

Laporan resmi telah dikirimkan ke badan negara itu. “Semoga dalam waktu dekat sudah diperbaiki seluruhnya. Kalau untuk Huntara Kementerian Pekerjaan Umum sejak kemarin sudah mulai dikerjakan perbaikannya,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dihubungi terpisah menyebutkan, lembaga negara itu segera memperbaiki hunian sementara yang hancur karena angin kencang.

“Jika ada kerusakan Huntara akibat bencana susulan atau bencana lainnya akan diperbaiki,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan angin kencang melanda wilayah Kabupaten Aceh Utara pada Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 17.10 WIB. Peristiwa ini terjadi mengakibatkan 58 hunian sementara (Huntara) untuk penyintas banjir rusak di Desa Rumoh Rayeuk, Buket Linteung, Geudumbak, dan Langkahan, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara.

|KCM|MUMUL

Bagikan Postingan

Postingan Terpopuler

Pilihan Untukmu

Bupati Al- Farlaky Serahkan 6 Armada Ambulans Baru untuk Puskemas

ACEH TIMUR – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky,...

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Dukung Penegakan Hukum dan Perkuat Pengawasan Takaran BBM di SPBU

Medan – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara...

Gas Realisasi APBK- P, Bupati Al Farlaky Minta OPD Kebut Paket Pekerjaan

ACEH TIMUR – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky,...

SDN 2 Dewantara Gelar Maulid, Kadis Pendidikan : Pendidikan Islami Modal Utama Anak …

ACEH UTARA – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448...

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Perkuat Sinergi dengan Ombudsman Sumatera Utara, Kawal Penyaluran Energi

Medan– PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara...