LHOKSEUMAWE – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun I Sultan Iskandar Muda merilis laporan, suhu udara di Provinsi Aceh mencapai 36,2 derajat Celsius. Meningkatnya suhu udara tersebut diakibatkan karena sudah memasuki musim kemarau.
Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun I Sultan Iskandar Muda, Zakaria mengatakan, pada Selasa, 24 Mei 2022, maka tercatat suhu udaranya mencapai 36,2 derajat Celsius dan hal tersebut masih tergolong normal.
“Kemarin (Selasa, 24 Mei 2022) kami mencatat kalau suhu udaranya mencapai 36,2 derajat Celsius. Suhu udara ini masih tergolong normal dan tidak termasuk ekstrem,” ujar Zakaria, Rabu, 25 Mei 2022.
Zakaria menambahkan, meningkatnya suhu udara di Provinsi Aceh, disebabkan karena sudah memasuki musim kemarau dan curah hujan yang sangat kecil berpotensi terjadi, sehingga terasa panas.
Berdasarkan hasil amatan, maka pada bulan Agustus 2022 mendatang, suhu udara bisa naik mencapai 37 derajat Celsius, hal tersebut disebabkan karena wilayah Aceh sudah memasuki puncak kemarau.
“Berdasarkan hasil amatan kami, maka di bulan Agustus 2022 nanti suhu udaranya mencapai 37 derajat Celsius,” tutur Zakaria.
Zakaria mengimbau kepada seluruh masyarakat, agar mewaspadai terjadinya kebakaran permukin akibat cuaca yang panas, maka apabila ada membakar sampah atau api lainnya maka harus memastikan benar-benar padam.
“Begitu juga jangan membuka lahan dengan metode membakar, bisa menyebabkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” kata Zakaria.
|RIL

Subscribe to my channel

