EdukasiDosen Unimal Latih Siswa Mahir Berbahasa Indonesia di Media Sosial

Dosen Unimal Latih Siswa Mahir Berbahasa Indonesia di Media Sosial

BIREUEN | Tim Dosen Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP, Unimal mengadakan pelatihan penggunaan bahasa di sosial media pada Siswa SMA Kecamatan Gandapura. Kegiatan pelatihan yang ditujukan untuk siswa ini merupakan bentuk pengimplementasian Tri Dharma Perguruan TInggi yakni pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan oleh dosen, dibantu dua orang mahasiswa dari Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP, Unimal. Kegiatan ini diketuai oleh Bapak Syahriandi, S.Pd., M.Pd. dengan anggota tim Ibu Trisfayani, S.Pd., M.Pd., Bapak Safriandi S.Pd., M.Pd., Ibu Radhiah, S.Pd., M.Pd., Ibu Rani Ardesi Pratiwi S.Pd., M.Pd., dan Ibu Masithah Mahsa S.Pd., M.Pd. Dua orang mahasiswa yang ikut terlibat ialah Nurhaliza dan Alwaritsu Zulya.

Pelatihan ini dilaksanakan di Kecamatan Gandapura. Sekolah yang dipilih sebagai tempat pelaksaaan pelatihan ialah SMAN 1 Gandapura, SMKN 1 Gandapura, dan MAN 5 Bireuen.

Pelatihan penggunaan bahasa di sosial media ini disambut baik oleh pihak sekolah. Ibu Nafa Rizki Ananda, S. Pd., selaku Pembina OSIM MAN 5 Bireuen, menyatakan bahwa pelatihan penggunaan bahasa di sosial media memang sangat diperlukan oleh warga sekolah (khususnya para siswa). Hal ini dikarenakan sosial media telah melekat dalam setiap rutinitas siswa. Pelatihan ini akan membuat siswa lebih berhati-hati menggunakan bahasa di sosial media agar tidak terjerat dalam kasus hukum.

Pelatihan dimulai dengan pemaparan materi, dilanjutkan dengan sesi diskusi. Antusias siswa dari ketiga sekolah ini sangat luar biasa, banyak pertanyaan-pertanyaan kritis dan menggelitik yang disampaikan para siswa kepada pemateri. Rizki, salah seorang anggota OSIS MAN 5 Bireuen misalnya, bertanya terkait bahasa yang benar dalam mengkritik di sosial media. Tidak hanya itu, fakta yang mengejutkan adalah masih banyak siswa yang mengaku tidak tahu bahwa kesalahan berbahasa dalam bersosial media bisa menjadi kasus pidana yang dapat menjerat pemiliki akun sosial media tersebut.

Staf Kurikulum dan Pembina Literasi SMAN 1 Gandapura, Ibu Gustina Fitriani, S. Pd., berharap kegiatan pelatihan seperti ini hendaknya lebih sering dilakukan. Beliau juga berharap, siswa (anggota OSIS) yang mengikuti pelatihan ini bisa membagikan informarmasi secara berantai kepada warga sekolah lainnya, agar tidak ada kesalahan dan kekeliruan ketika berbahasa di sosial media.

Bagikan Postingan

Postingan Terpopuler

Pilihan Untukmu

Ramai-ramai Warga Aceh Merubah Status Pekerjaan Demi Layanan Kesehatan Gratis

LHOKSEUMAWE – Ratusan masyarakat di Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh...

Bupati Al Farlaky Peusijuek Jamaah Haji 2026, Titip Doa untuk Daerah dan Kepemimpinannya

ACEH TIMUR – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky,...

Kajari dan Ayahwa Potong Senjata di Aceh Utara

ACEH UTARA- Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Utara memusnahkan barang...

Dinsos Aceh Utara Beberkan Penyebab Desil Masyarakat Berubah dan Tidak dapat Layanan Kesehatan Gratis

LHOKSUKON- Dinas Sosial Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh mengungkapkan...