Categories: Edukasi

Ini Kondisi PAUD Aceh Selama Pandemi dan Prokes

BANDA ACEH–Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Aceh, Dyah Erti Idawati, menceritakan berbagai tantangan dan kendala dalam penyelenggaraan pembelajaran daring bagi anak-anak usia dini selama pandemi kepada Bunda PAUD Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI, Ibu Franka Makarim. Selain tantangan, ia juga menyampaikan berbagai upaya dalam memperkuat dan menjaga kualitas pendidikan anak-anak di Aceh.

Hal tersebut disampaikan Dyah Erti secara daring dalam acara Hari Inspirasi Oase Kabinet Indonesia Maju Bergerak Bersama Menuju PAUD berkualitas, yang digelar secara daring dan luring, Kamis, (4/11/2021).

Dyah mengatakan, ada beberapa tantangan dalam pembelajaran daring. Diantaranya adalah terbatasnya kepemilikan alat teknologi pendukung dan jaringan internet yang merata di seluruh Aceh. Hal tersebut menjadi kendala bagi anak-anak di beberapa wilayah untuk tetap belajar dengan baik di masa pandemi.

“Selain itu, banyak juga keluhan dari orang tua dalam mendampingi anaknya belajar daring. Sebab di waktu bersamaan para orang tua harus mengerjakan pekerjaan lainnya,” ujar Dyah.

Dyah mengatakan, kedua permasalahan tersebut membuat pembelajaran dan ilmu yang diterima anak-anak selama masa pandemi menjadi kurang maksimal.
Meskipun demikian, kata Dyah, pihak Bunda PAUD Aceh tetap komit menciptakan PAUD berkualitas. Pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga dan mendorong kualitas pembelajaran di tengah tantangan tersebut.

“Siasat yang kita lakukan adalah memberi pemahaman kepada orang tua terkait pembelajaran jarak jauh dan juga mengajak orang tua bersama-sama membuat kegiatan pembelajaran bagi anak-anaknya,” kata Dyah.

Selain itu, Bunda PAUD Aceh juga mendorong agar para guru PAUD mendatangi langsung rumah muridnya secara berkala, dengan membuat kelompok belajar kecil dan terbatas di satu rumah.

Oleh sebab itu, terkait akan dilaksanakannya pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas, Dyah mengatakan pihaknya sangat menyambut dengan baik. Berbagai upaya dipersiapkan untuk digelarnya PTM, seperti melakukan vaksinasi kepada tenaga pendidik.

“Yang paling penting tentunya pembelajaran terbatas juga harus dengan protokol kesehatan yang ketat,” kata Dyah.

Sementara itu, Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Nasional, Hj. Wury Estu, saat membuka acara tersebut mengatakan, usia 0 sampai 8 tahun merupakan usia emas pertumbuhan anak.
Pada usia tersebut begitu mudah menyerap berbagai pembelajaran, mulai dari membaca hingga berinteraksi dengan sesama. Namun semua proses cara pembelajaran tersebut terhambat selama masa pandemi Covid-19.

“Oleh sebab itu, kita sebagai orang tua harus menggalakkan kombinasi antara pembelajaran tatap muka dengan jarak jauh, untuk memulihkan proses pembelajaran proses pendidikan anak usia PAUD,” kata Wury.
Wury berharap, hari oase kabinet Indonesia maju dapat menjadi wadah menyatukan seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan PAUD berkualitas.

Wury mengajak seluruh Bunda PAUD di Indonesia untuk menjalankan tiga aksi bersama dalam rangka meningkatkan kualitas PAUD di tanah air, yaitu, menghadirkan lingkungan kerja kaya keaksaraan, kolaborasi dalam pendampingan guru PAUD oleh para mitra, dan peningkatan akses ke buku bacaan anak.

“Ketiga aksi tersebut adalah cara kita memulihkan kembali pembelajaran berkualitas PAUD sehingga anak-anak seluruh Indonesia dapat melakukan pembelajaran tatap muka terbatas,” kata Wury.

|MAS

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

350 Petani Sawit Aceh Timur Dapat Bantuan Rehabilitasi Pascabanjir, 411 Hektare Kebun Dipulihkan

IDI– Sebanyak 350 petani sawit swadaya di Kabupaten Aceh Timur mendapat bantuan rehabilitasi kebun kelapa…

23 hours ago

Bupati Al-Farlaky Kumpulkan Pimpinan PKS, Bahas Harga TBS, CSR hingga Investasi di Aceh Timur

ACEH TIMUR – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., memimpin rapat koordinasi bersama…

23 hours ago

Polisi Musnahkan 3.000 Pohon Ganja di Aceh Utara, Dua Pemilik Kebun Ditangkap

ACEH UTARA – Personel Polres Lhokseumawe memusnahkan sekitar 3.000 batang ganja yang ditanam di lahan…

23 hours ago

Temuan BPK: Biaya Operasional-Insentif Bebani Dana Zakat Rp559 Juta di Baitul Mal Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Aceh menemukan sejumlah permasalahan terkait realisasi anggaran pada…

23 hours ago

PIM Gelar Khitanan Massal untuk 80 Anak di Lingkungan Perusahaan

ACEH UTARA – PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) kembali menggelar kegiatan Khitanan Massal (Sunat Rasul)…

1 day ago

Dari Makam Sultan Peureulak, Bupati Al-Farlaky Gaungkan Kebangkitan Islam Pertama Asia Tenggara

Peureulak – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh…

2 days ago

This website uses cookies.