Categories: News

KNPI Lhokseumawe Minta Pemerintah Evaluasi PPKM Level 4

Lhokseumawe – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Lhokseumawe meminta pemerintah setempat untuk melakukan evaluasi titik pos pengendalian mobilisasi Darat atau pos penyekatan yang dilakukan saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 Lhokseumawe yang belum berjalan dengan baik.

Menurut Khaidir Wakil Ketua KNPI Kota Lhokseumawe, kritik ini berdasarkan pantauan terhadap posko penyekatan sebanyak 9 titik yang tersebar mulai tanggal 30 Agustus – 6 September 2021.

“Kita meminta pemerintah untuk melakukan evaluasi, karena menyebabkan kerumunan baru di jalanan. Seharusnya pemerintah melakukan sosialisasi terlebih dulu kepada masyarakat dampak positif dan Nampak negatif yang di maksud dengan pos penyekatan artinya ini butuh evaluasi,” kata Khaidir.

Mengingat hari pertama pemberlakuan penyekatan PPKM level 4 di Lhokseumawe,mengalami aksi protes pengguna jalan raya, kata Khaidir, Selasa 31 Agustus 2021.

Pemerintah harus bisa membangun kepercayaan publik, agar masyarakat patuh dengan aturan PPKM yang sedang dilakukan ini. Ketika pemerintah mengambil kebijakan pemberlakuan sosial bagi warganya, namun pemerintah juga harus menyediakan bantuan sosial tanpa adanya syarat khusus wajib vaksin. Karena ini juga mengalami ancaman ekonomi warga yang sangat merosot.

Khaidir, menilai kemungkinan kebijakan PPKM level 4 ini diterapkan karena menimbang angka covid-19 di Lhokseumawe semakin tinggi. Namun pemerintah juga harus normatif dalam mengambil kebijakan.

Ditambahkan Khaidir, “dengan ada pos penyekatan apakah efektif untuk menurunkan angka kasus covid-19.
Dia menambahkan, pihaknya mendukung maksud dan tujuan pemerintah Kota Lhokseumawe dalam memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19.

Namun pemerintah juga harus mempertimbangkan warga yang berdampak dengan penutupan jalur utama, disebabkan pusat kota Lhokseumawe berada di kecamatan Banda Sakti.

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Bupati Al-Farlaky: Rp 15 Miliar Untuk Jalan Lintas Keude Geurubak Tahun 2027

ACEH TIMUR — Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., mengatakan, pihaknya akan menggelontorkan…

1 day ago

Dukung Produktivitas Pembudidaya Ikan, Pupuk Indonesia Optimalkan Penyaluran Pupuk Bersubsidi di Sumbawa

Sumbawa– PT Pupuk Indonesia (Persero) terus memperkuat dukungan terhadap peningkatan produktivitas sektor perikanan melalui optimalisasi…

1 day ago

API Wilayah Aceh Gelar Kajian Bulanan Perdana, Bahas Jiwa dan Tahapan Perkembangan Manusia dalam Al-Qur’an

Asosiasi Psikologi Islam Wilayah Aceh menyelenggarakan Kajian Bulanan perdana dengan tema “Jiwa (Al-Nafs) dan Tahapan…

2 days ago

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Terus Dorong Upaya Pemulihan Pasca Banjir Bandang “Galodo” di Kabupaten Solok

Solok – Penanganan pemulihan pasca bencana menjadi langkah yang harus masif dilaksanakan agar masyarakat dapat…

3 days ago

Mengenal Calandra & Sativa Hotel Management

Tumbuh Bersama Industri Perhotelan Indonesia Mengenal perjalanan Calandra & Sativa Hotel Management, sebuah nama yang…

3 days ago

Serapan Dana untuk Bencana Aceh Minim, Lhokseumawe Baru 34 Miliar dari 124 Miliar

LHOKSEUMAWE- Pemerintah Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh mengakui serapan dana tambahan transfer ke daerah (TKD) untuk…

3 days ago

This website uses cookies.