Categories: News

Kisah Haru 2 Pekan Dirawat di Ruang Pinere

Pandemi virus Corona COVID-19 berdampak pada kehidupan banyak orang. Dunia dipaksa untuk ‘berubah’ dan masyarakat kini harus menerima kenyataan hidup di tengah pandemi. Seperti misalnya satu kisah mengharukan yang diceritakan oleh Gita, seorang ibu rumah tangga yang baru satu pekan keluar dari ruang Pinere Rumah Sakit Umum (RSU) Cut Meutia Aceh Utara.

Gita menceritakan, sepulang bekerja dirinya tiba-tiba merasa tidak enak badan dan  sesak nafas. Lalu. Dikarenakan seperti gejala terpapar virus corona, Gita langsung dibawa ke RSU Cut Meutia yang merupakan Rumah sakit rujukan pasien Covid oleh Pemerintah untuk melakukan pengecekan. Setiba disana, Gita langsung mendapat penanganan medis oleh petugas kesehatan.

“Setiba di rumah sakit, saya langsung dilakukan swab, berselang dua jam menunggu hasil saya dinyatakan positif covid-19.”kata Gita.

Kemudia, dirinya langsung dibawa ke ruang Pinere untuk menjalankan perawaran lebih lanjut. Disana Gita ditangani oleh beberapa dokter spesialis dan perawat. Gita pun mengakui, Disaat dirinya mengetahui positif covid-19 perasaannya sangat khawatir menginggat suami dan anaknya.

“Allhamdulillah, setelah keluarga saya di swab hasilnya negatif. Hati, saya pun saat itu sangat senang, meskipun saya sendiri terbaring dengan badan yang sangat lemas seorang diri diruang perawatan,”kata perempuan yang kini berusia 30 tahun itu.

Gita mengakui dirinya terbaring selama dua pekan. Selama dirawat, Gita selalu bersemangat untuk melawan virus corona yang ada didalam tubuhnya.

Gita pun mengisahkan selama dirawat, pelayanan dari tim Rumah Sakit pun sangat baik. Bahkan Gita mengatakan dalam sehari empat tabung oksigen habis. Dia terus melawan virus itu untuk dapat kembali dengan keluarganya.

“Virus corona itu emang sangat sakit, bahkan seluruh badan saya sakit dan sesekali saya sesak nafas. Padahal, saya tidak memiliki riwayat sesak nafas,”kata Gita.

Gita menceritakan kesembuhannya itu juga berkat dari semangat yang diberikan keluarga dan teman-teman saya. “Tentu dengan kesembuhan ini dan dapat melawan virus yang ada ditubuh ini, saya sangat bersyukur,”ucapnya.

Gita meminta kepada semua orang jangan pernah remehkan virus corona. Karena virus itu nyata adanya. Gita juga meminta kepada seluruh masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan. karena, ini untuk kita sendiri dan menjaga keluarga agar terhindar dari virus tersebut.

“Usai dinyatakan sembuh dari dokter, tentu saya sangat senang, bahkan saya dan keluarga semakin meningkatkan prokes,”ujarnya.

 

Sementar itu, Kepala Humas RSU Cut Meutia, Jalaluddin mengatakan untuk saat ini, pihaknya memiliki 25 ruangan untuk merawat pasien terpapar Covid-19 terdiri  enam ruang RICU dan 19 ruang Pinere.

“Untuk di RICU, khusus bagi pasien yang kondisi secara umumnya kurang membaik sehingga butuh ventilator, serta adanya penyakit penyerta,”katanya.

Selain itu, pasien virus corona pasca lebaran terus meningkat di Aceh. Makai Itu, Jalaluddin mengharapkan masyarakat untuk untuk tingkatkan protokol kesehatan dan selalu menggunakan masker setiap aktivitas diluar.

 

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Hanguskan 84 Rumah di Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE- Tim penyidik Polres Lhokseumawe, Provinsi Aceh masih mendalami penyebab kebaran di Kompleks Jalan Perdede,…

14 hours ago

Akhirnya, Lhokseumawe Terapkan Pemberlakuan Layanan Kesehatan Gratis Sesuai Desil Kependudukan

LHOKSEUMAWE- Pemerintah Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh akhirnya memberlakukan layanan kesehatan gratis sesuai status desil kependudukan.…

18 hours ago

Penyintas Banjir Lhokseumawe Desak Pemerintah Percepat Bangun Huntap

LHOKSEUMAWE- Penyintas banjir yang kini menempati hunian sementara Desa Blang Naleung Mameh, Kecamatan Muara Satu,…

18 hours ago

Penduduk Desil 8 Resmi tak Lagi Mendapat Layanan Kesehatan Gratis di Aceh

LHOKSUKON- Penduduk dengan status desil 8-10 di Provinsi Aceh resmi tidak lagi mendapatkan layanan kesehatan…

19 hours ago

Tangis Rahmadani dan Harapan dari Walikota Lhokseumawe Sayuti

Rahmadani (50) duduk bersama korban kebakaran lainnya di bibir pantai Desa Kampung Jawa Lama, Kecamatan…

2 days ago

Kita Dukung, Tapi Kami Tidak Punya Sumber Daya untuk Kelola MBG

LHOKSUKON- Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL_, Provinsi Aceh, menyatakan tidak siap mengelola Makan Bergizi Gratis (MBG)…

3 days ago

This website uses cookies.