MEDAN : Tema-tema film kampanye anti Narkotika biasanya sangat kaku dengan alur cerita
yang mudah ditebak. Namun berbeda dengan Film “Pulang”, produksi salahsatu sineas Kota
Medan. Film kampanye yang akan mulai penggarapannya pertengahan Ramadhan ini, punya
kisah yang menarik dan digarap dengan cara tidak biasa.
Pada acara testcam dan bedah naskah film yang digelar Kamis (15 April 2021) di Decimal
Coffee, Jalan Cempaka Medan, sang sutradara Iejal Van-Thebass mengatakan, film berdurasi 15
menit ini akan menjadi sebuah film kampanye tentang bahaya Narkotika yang disampaikan
dengan cara berbeda.
“Bahasa film adalah bahasa gambar. Film pendek bukanlah film panjang yang dipendekkan.
Banyak peristiwa dan masalah yang akan dituangkan dalam film pendek ini. Pekerjaan yang
tidak mudah. Tapi itulah yang buat saya tertantang untuk menyutradarai film ini,” kata Iejal
kepada wartawan.
Penulis naskah film, Oneth Aditya Rizlan, mengatakan senang bisa bekerjasama dengan Iejal dan
tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk menyamakan visi dalam menentukan ruh dan
semangat film ini.
“Ada sesuatu yang berbeda dan sangat menarik yang akan hadir di film pendek ini,” kata Oneth,
yang juga penulis naskah film layar lebar “Sang Prawira” ini.
Film pendek Pulang ini berkisah tentang perjuangan seorang ayah untuk menyembuhkan putri
kesayangannya, Kayla, dari jeratan Narkotika. Di tengah dampak psikologis, dia terus berusaha
untuk mempertahankan keluarganya. Namun akhirnya, perlahan tapi pasti Narkoba merenggut
segalanya darinya. Film ini diperankan oleh Andy Mukly, Bunda Djibril, Adelia Florencia,
Herlina Sarumaha dan rekan-rekan dari Granat Sumut.
Wakil Sekretaris Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Sumatera Utara yang memproduseri
film ini, July Mardiyah, mengatakan, berkampanye melalui film adalah sesuatu yang menarik
dan lebih mudah diterima oleh masyarakat umum.
“Walaupun bertemakan Narkotika, tapi disini kita coba membuat sebuah film yang tidak
menggurui. Disampaikan dengan cara yang berbeda. Bersama rekan yang sudah biasa di bidang
film, saya yakin ini akan jadi film yang menarik, dan mudah diterima oleh masyarakat umum,”
ujarnya.
Menurut July, selama ini kebanyakan kampanye Narkotika dilakukan dengan kegiatan, mungkin
akan selesai di hari kegiatan tersebut saja. “Tapi kalau kita berkampanye melalui sebuah film,
film itu akan tetap ada hari ini, esok, bulan depan, tahun depan bahkan sampai puluhan tahun
yang akan datang,” ujarnya.
|NI
LHOKSUKON– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh memberlakukan kurikulum darurat untuk sekolah…
ACEH TIMUR — Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, melantik Pengurus Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi…
LHOKSUKON – Sejumlah penyintas banjir duduk di dalam hunian sementara (Huntara) di Desa Matang Bayu,…
Keuchik (Kepala Desa) Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Mansur, mendesak pemerintah…
MALAYSIA - Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) terus memperkuat peran strategisnya dalam pengembangan pendidikan tinggi vokasi…
Padang– Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) melalui Integrated Terminal (IT) Teluk Kabung…
This website uses cookies.