ACEH UTARA – Longsor menimbun badan di Kilometer 31 kawasan wisata Gunung Salak, Kecamatan Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara, Senin (18/1/2021). Akibatnya, akses jalan utama menghubungkan Kabupaten Aceh Utara dengan Kabupaten Bener Meriah terhenti. Antrean kendaraan hingga saat ini masih terjadi belasan kilometer.
Kepala BPBD Aceh Utara, Amir Hamzah, dihubungi per telepon menyebutkan dirinya sudah mengirimkan lima tenaga BPBD dibantu TNI/Polri dan masyarakat untuk membuka lumpur, tanah dan batu yang menutup badan jalan. Satu mobil jenis Inova belum diketahui identitas pemiliknya rusak dan nyaris jatuh ke jurang.
“Sampai sekarang mobil itu belum berhasil kita tarik. TNI/Polri dan masyarakat berada di lokasi membantu evakuasi mobil itu. Posisinya sudah dibibir jurang, maka harus segera ditarik,” kata Amir.
Namun, sambung Amir, pemilik mobil dilaporkan selamat dan saat ini sedang berada di lokasi kejadian.
Jalan itu sambung Amir kewenangan Pemerintah Provinsi Aceh. BPBD Aceh Utara dan Muspika Kecamatan Nisam Antara, sambungnya kini membantu evakuasi sementara agar bisa dilalui kembali.
“Untuk perbaikan akibat longsor kita laporkan ke Gubernur Aceh dan BPBA,” katanya.
Dia mengimbau ditengah musim hujan saat ini, warga yang melintas rute tersebut lebih berhati-hati.
“Karena kiri-kanannya bukit jadi rentan longsor. Ini rute jalur wisata. Kami harap wisatawan hati-hati,” pungkasnya.
|KCM
LHOKSUKON- Sejumlah kepala desa di Provinsi Aceh kini disibukan dengan merubah warga data di aplikasi…
ACEH TIMUR - Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Timur, Tgk H Thahir MD atau…
LHOKSEUMAWE- Wali Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, Sayuti Abubakar menonaktifkan tiga kepala dinas dan badan di…
ACEH TIMUR - Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Aceh Timur, Rizalihadi mengatakan dalam…
LHOKSUKON- Ratusan warga Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, merubah status pekerjaan untuk merubah data dsil…
Lhokseumawe — Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) melalui Integrated Terminal (IT) Lhokseumawe…
This website uses cookies.