Categories: Edukasi

Guru  “LIllahitaala” tanpa Gaji, Ini Respon Dinas Aceh Utara

ACEH UTARA– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kabupaten Aceh Utara menyatakan tidak tersedia anggaran untuk membayar honor guru dengan sebutan “Lillahitaala” di kabupaten itu. Termasuk tidak tersedia anggaran untuk penambahan gaji guru honorer sebesar Rp 300.000 per bulan.

“Sampai sejauh ini belum ada Kuota peningkatan honor untuk guru honorer. Pemerintah belum mengalokasikan untuk itu,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Aceh Utara, Muridho, via pesan singkat, Rabu (25/11/2020).

Untuk guru “Lillahitaala” sambungnya, hingga hari ini, belum ada tersedia honor per bulan atau honor murni. “Belum juga ada peningkatan status menjadi guru kontrak mereka. Sampai hari ini belum ada alokasi buat itu dari pemerintah daerah,” katanya.

Saat ini, sambung Muridho, yang tersedia hanya kuota untuk guru honorer menjadi Pegawai dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

“Itu PPP3 ada Insyaallah untuk tahun 2021. Ada juga formasi CPNS. Disitu mereka bisa berkompetisi untuk menjadi PPPK dan CPNS. Hanya itu saja yang tersedia tahun depan,” terangnya.

Dia menyebutkan, tidak tersedia anggaran khusus untuk penambahan honor guru itu. “Kemampuan keuangan pemerintah daerah terbatas,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Aceh Utara, Arafat Ali, dihubungi per telepon tidak menjawab panggilan. Pesan singkat yang dikirimkan untuk menanyakan upaya DPRD menambah honor guru pun belum dijawab hingga berita ini disiarkan.

Sebelumnya diberitakan guru dengan status “Lillahitaala” di Aceh Utara bahkan tidak bergaji. Sedangkan guru dengan status honor daerah hanya digaji Rp 300.000 per bulan. Saat ini, dari data pokok pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, Aceh Utara memiliki 11.857 orang.

|KCM

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

350 Petani Sawit Aceh Timur Dapat Bantuan Rehabilitasi Pascabanjir, 411 Hektare Kebun Dipulihkan

IDI– Sebanyak 350 petani sawit swadaya di Kabupaten Aceh Timur mendapat bantuan rehabilitasi kebun kelapa…

1 day ago

Bupati Al-Farlaky Kumpulkan Pimpinan PKS, Bahas Harga TBS, CSR hingga Investasi di Aceh Timur

ACEH TIMUR – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., memimpin rapat koordinasi bersama…

1 day ago

Polisi Musnahkan 3.000 Pohon Ganja di Aceh Utara, Dua Pemilik Kebun Ditangkap

ACEH UTARA – Personel Polres Lhokseumawe memusnahkan sekitar 3.000 batang ganja yang ditanam di lahan…

1 day ago

Temuan BPK: Biaya Operasional-Insentif Bebani Dana Zakat Rp559 Juta di Baitul Mal Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Aceh menemukan sejumlah permasalahan terkait realisasi anggaran pada…

1 day ago

PIM Gelar Khitanan Massal untuk 80 Anak di Lingkungan Perusahaan

ACEH UTARA – PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) kembali menggelar kegiatan Khitanan Massal (Sunat Rasul)…

2 days ago

Dari Makam Sultan Peureulak, Bupati Al-Farlaky Gaungkan Kebangkitan Islam Pertama Asia Tenggara

Peureulak – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh…

3 days ago

This website uses cookies.