LHOKSEUMAWE- Sebanyak empat wanita asal Rohingnya melarikan diri dari Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Lhokseumawe, Jumat (9/10/2020). Mereka adalah Mukara, Ajida, Jesmin, dan Nur Haida.
Kepala Hubungan Masyarakat, Kota Lhokseumawe, Marzuki per sambungan telepon, membenarkan kejadian itu. Keempatnya diketahui tidak lagi berada di penampungan sementara sejak kemarin.
“Sebelumnya sudah ada 10 yang kabur. Ini bertambah empat orang. Kami tidak tahu, apa motif mereka kabur dan lain sebagainya. Kami harap, mereka baik-baik saja di luar saja. Kami imbau agar kembali ke penampungan,” kata Marzuki.
Dia mengajak masyarakat yang melihat warga Rohingya asal Myanmar itu untuk membawanya kembali ke penampungan. Sejauh ini, Pemerintah Kota Lhokseumawe hanya memberikan penampungan sementara. Belum ada kebijakan politik pemerintah Indonesia terkait keberlanjutan nasib warga Rohingnya itu.
“Kita tak tahu sampai kapan mereka di sini. Tentu kita harap, UNHCR segera menentukan sikap terkait keberlanjutan mereka ke depannya,” pungkas Marzuki.
Ratusan warga Rohingnya di Lhokseumawe itu datang dua gelombang. Gelombang pertama mereka terdampar di perairan Seunuddon, Aceh Utara, dan gelombang kedua di perairan Ujong Blang, Kota Lhokseumawe. Mereka semua sudah memiliki kartu pengungsi dari UNHCR.
|KCM

Subscribe to my channel

