NewsBI : Ekonomi Masyarakat Aceh Mulai Membaik

BI : Ekonomi Masyarakat Aceh Mulai Membaik

LHOKSEUMAWE- Bank Indonesia (BI) mencatat perekomomian masyarakat mulai meningkat paska pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dimasa pandemi Covid-19 pada Juli 2019.

“Peningkatan itu sejalan dengan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) terjadi peningkatan baik dari nilai maupun volume transaksi,”kata Kepala Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Lhokseumawe, Yukon Afrinaldo kepada melulai siaran pers, Jumat (4/9/2020).

Sementara, nilai transaksi Real Time Gross Settlement (RTGS) mengalami penurunan, namun pada sisi jumlah transaksi sama dengan bulan sebelumnya, disebabkan oleh peralihan dana simpanan ke bank syariah pada bulan Juli 2020 bernilai lebih rendah dibandingkan periode Juni 2020.

Dia menyebutkan pelaksanaan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (SPBI) melalui layanan Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS) dan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) yang diselenggarakan oleh KPw BI Lhokseumawe sepanjang Juli 2020 telah berlangsung dengan lancar dan andal.

“Hal tersebut tercermin dari tingkat ketersediaan (availability) sistem yang mencapai 100% dan tidak terdapat unsettled transaction, baik transaksi yang terdapat di KPw BI Lhokseumawe maupun di Kantor Pertukaran Warkat Debit (KPWD) Langsa,”katanya.

Sementara, transaksi BI-RTGS pada bulan Juli 2020 sebesar Rp 943,01 miliar atau mengalami penurunan nilai sebesar -2,5%, namun dari sisi volume tercatat sebanyak 669 transaksi atau sama dengan volume transaksi pada Juni 2020.

Dengan demikian, Kata Yukon, Nilai transaksi Transfer Dana SKNBI pada bulan Juli 2020 tercatat sebesar Rp324,5 miliar atau meningkat sebesar 7,4% dan volume tercatat sebanyak 7.974 transaksi atau meningkat sebesar 7,9% dibandingkan transaksi pada Juni 2020.

“Saat ini terdapat 8 Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (KUPVA BB) berizin di wilayah kerja KPw BI Lhokseumawe. Pada Juli 2020 tercatat terjadi transaksi penjualan sebesar Rp413,65 juta atau meningkat cukup besar dibandingkan Juni 2020 sebesar Rp10,8 juta dan meningkat tipis jika dibandingkan Juli 2019 sebesar Rp393,89 juta,”katanya.

Sedangkan untuk transaksi pembelian tercatat sebesar Rp253,25 juta atau meningkat sebesar 30,2% dibandingkan Juni 2020 dan menurun -44,6% jika dibandingkan Juli 2019.

“Peningkatan transaksi penjualan terjadi karena KUPVA BB menghabiskan stok Uang Kertas Asing (UKA) yang dimilikinya. Adapun peningkatan transaksi pembelian pada Juli dibandingkan bulan sebelumnya didorong oleh aktivitas penjualan valas oleh pekerja migran yang telah kembali ke Indonesia dan masyarakat yang melepas simpanan valasnya,”katanya.

|TI

Bagikan Postingan

Postingan Terpopuler

Pilihan Untukmu

Semen Mulai Tersedia di Aceh, Harga Masih Mahal Rp 80.000 Per Sak

LHOKSUKON – Semen mulai tersedia di sejumlah toko di...

Kemenkeu Tambah DAU 2026 untuk 20 Daerah di Aceh, Bukan Perjuangan Satu Daerah

BANDA ACEH—Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menambah alokasi Dana...

Bupati Aceh Timur Temui BNPB, Minta Percepatan Pencairan Dana Stimulan Tahap II bagi Korban Banjir

Jakarta – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I.,...

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Sabet 7 Penghargaan ISRA 2026, Komitmen Nyata Kontribusi untuk Masyarakat

Medan - Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut senantiasa tegaskan...