ACEH UTARA– Pembunuhan terhadap nenek Fatimah Sulaiman, di Desa Meunasah Panton, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, ternyata direncanakan dengan matang oleh anak kandungnya sendiri Nasrul Ibrahim.
Pasalnya, dalam rekontruksi yang digelar 9 Juli 2020, terungkap Nasrul membeli sebilah pisau seminggu sebelum pembunuhan dilakukan 31 Mei 2020.
Kasat Reskrim Polres Aceh Utara, AKP Rustam Nawawi, dalam siaran persnya, Sabtu (11/7/2020) menyebutkan dalam rekontruksi itu diperagakan 26 adegan oleh pelaku di lokasi kejadian.
“Dia sudah beli pisau, lalu disimpan di pohon pisang belakang rumah korban. Saat masuk ke rumah dia lewat dinding belakang, dan membawa pisau. Saat itu korban sedang tidur,” kata AKP Rustam.
Tersangka lalu membangunkan korban dan korban sempat menanyakan untuk apa pisau di tangan tersangka.
“Dia lalu minta uang. Namun tidak ada kata ibunya. Dia menarik rambut korban agar tidak membuka pintu depan. Di situlah korban ditikam pada bagian leher sebelah kanan dan mendorong tubuh ibunya hingga tersungkur ke tanah,” katanya.
Setelah membunuh korban, pelaku keluar lewat dinding belakang. Lalu berpura-pura menangis dan meminta tolong warga.
“Kalung emas korban sempat diambil,” kata Kasat.
Bahkan korban pergi ke rumah warga lainnya untuk mengatakan ibunya telah meninggal dunia. Menangis histeris dan menunggu polisi melakukan olah tempat kejadian perkara.
“Jadi ini sudah direncanakan. Kalau tidak diberi uang, maka akan dibunuh. Sekarang berkasnya terus kita lengkapi dan segera kita limpahkan ke jaksa,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan Nasrul membunuh ibu kandungnya karena tidak memberikan uang. Bahkan pelaku berpura-pura sedih setelah membunuh ibu kandungnya.
|KCM

Subscribe to my channel

