Categories: News

Parah, Anak Di Bawah Umur Ditangkap Polisi Karena Edarkan Uang Palsu

ACEH TIMUR – Kepolisian Resor Aceh Timur, berhasil membekuk pelaku pengedar uang palsu. Ada enam tersangka yang berhasil diamankan, tiga diantaranya merupakan masih anak di bawah umur.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Aceh Timur Ajun Komisaris Polisi (AKP) Dwi Arys Purwoko, melalui keterangan tertulis mengatakan, penangkapan itu dilakukan di lokasi yang berbeda.
“Masing-masing pelaku berinisial AN, 15 tahun, SA, 16 tahun, Rz, 16 tahun, MT, 35 tahun, AM, 34 tahun, NS, 34 tahun, semuanya merupakan warga Desa Baro, Kecamatan Samudra, Kabupaten Aceh Utara,” ujar Dwi Arys Purwoko, Jumat, 12 Juni 2020.
Dwi Arys Purwoko menambahkan, pelaku pertama yang berhasil diamankan adalah berinisial AN, SA dan RZ, kala itu mereka berbelanja di sebuah warung di kawasan Desa Matang Kumbang, Kecamatan Simpang Ulim, Aceh Timur, pada Senin, 8 Juni 2020.
Saat itu mereka membeli gorengan dengan nilai sebesar Rp 5 ribu dan membayar dengan menggunakan uang lembaran Rp 50 ribu, sehingga dikembalikan sebesar Rp 45 ribu dan pelaku langsung pergi.
“Kemudian pemilik warung tadi melihat uang tersebut dan ternyata palsu, sehingga berusaha mencari pelaku yang berada di sekitar warungnya, namun sudah duluan pergi dengan menggunakan sepeda motor,” tutur Dwi Arys Purwoko.
Tambahnya, saat ingin pulang ke wilayah Aceh Utara, tiba-tiba sepeda motor yang dikendarai oleh pelaku habis minyak dan lokasinya tidak jauh dari warung korban dan langsung menghampiri ketiga pelaku itu, sehingga mereka mengakui perbuatannya.
Sehingga pelaku dan barang bukti langsung dilaporkan ke Polsek Simpang Ulim dan kemudian kasus tersebut diserahkan ke Satreskrim Polres Aceh Timur, untuk dilakukan pengembangan.
Uang palsu tersebut diperoleh dari MT dan pada Selasa, 9 Juni 2020, petgas berhasil mengamankannya. Pengakuan MT, uang itu diperoleh dari AM dan juga berhasil diamankan bersama dengan NS.
“Kami masih melakukan pengejaran terhadap HS, warga Desa Baro, Kecamatan Samudra, Kabupaten Aceh Utara, berdasarkan pengakuan AM, uang tersebut merupakan milik HS,” kata Dwi Arys Purwoko.

|TG

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Bupati Al-Farlaky Tinjau Jaringan Irigasi Rusak Pascabanjir

Aceh Timur – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., melakukan kunjungan kerja untuk…

37 minutes ago

30 SPPG di Aceh Utara Tutup Sementara, 60 Ribu Murid Tidak Terlayani

LHOKSUKON - Sebanyak 30 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh,…

4 hours ago

Presiden Prabowo Harus Bertindak: Saatnya Dosen PPPK Diangkat Menjadi PNS

LHOKSEUMAWE – Dukungan Komisi X DPR RI terhadap pengalihan status dosen PPPK menjadi Pegawai Negeri…

5 hours ago

7 Bulan Pascabanjir, Sekolah Aceh Utara Belajar di Lantai, Usulan Telah Dikirim ke Pusat

LHOKSUKON - Proses belajar mengajar di SDN 2 Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh masih…

5 hours ago

SPP UPMS I: Kenaikan Pertamax Menjadi Alarm bagi Penguatan Kedaulatan Energi Nasional

Medan– Serikat Pekerja Pertamina Unit Pemasaran I (SPP UPMS I) memandang kenaikan harga Pertamax yang…

11 hours ago

Bupati Al-Farlaky Buka Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026 Aceh Timur

Aceh Timur– Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si  secara resmi membuka Pelatihan Petugas…

21 hours ago

This website uses cookies.