Categories: News

Kontak Langsung dengan PDP Corona, 9 Warga Bener Meriah Jalani Rapid Test

BENER MERIAH– Sebanyak sembilan warga Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, telah dilakukan rapid test, karena memiliki riwayat kontak langsung dengan tiga warga kabupaten itu, yang dinyatakan reaktif Covid-19 berdasarkan hasil rapid test.

Wakil Ketua Tim Bidang Informasi dan Publikasi Covid-19 Kabupaten Bener Meriah Wahidi mengatakan, ada sembilan orang yang telah dilakukan rapid test dan semuanya itu merupakan keluarga pasien tersebut.

“Ada sembilan orang yang telah dilakukan rapid test dan itu merupakan keluarga dekat pasien dan memiliki riwayat kontak langsung. Untuk hasil rapid test nya semuanya negatif, meskipun demikian mereka tetap menjalani karantina mandiri di rumahnya masing-masing,” ujar Wahidi, ketika dihubungi melalui telepon seluler, Senin, 4 Mei 2020.

Wahidi menambahkan, rapid test tersebut, telah dilakukan bagi keluarga yang tinggal di Kecamatan Permata, sebanyak 4 Orang dan yang di Kecamatan Bener Kelipah sebanyak 5 orang.

Bagi tiga warga Kabupaten Bener Meriah yang hasil rapid test reaktif Covid-19, kondisinya cukup stabil, sehat dan tanpa ada gejala apa pun, hingga kini masih terus mendapatkan tindakan medis di Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Abidin, Banda Aceh.

“Kondisi mereka sehat-sehat saja dan tidak ada gejala apa pun, saat ini kami masih menunggu hasil swabnya. Semoga saja nantinya semuanya itu dalam keadaan sehat-sehat saja dan tidak ada gejala apa pun,” tutur Wahidi.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, hasil rapid test tiga warga Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, dinyatakan reaktif Covid-19 atau virus corona. Kini tiga warga tersebut harus dirujuk ke Rumah Sakit Zainal Abidin, Banda Aceh.

Wakil Ketua Tim Bidang Informasi dan Publikasi Covid-19 Kabupaten Bener Meriah Wahidi mengatakan dua orang diantaranya merupakan santri Pondok Pesantren Al Falah Temboro, Magetan, Jawa Timur dan satu orang lagi memiliki riwayat perjalanan ke Medan, Sumatera Utara.

“Hasil rapid test ada tiga orang yang positif, yaitu MF, 19 tahun, BN, 23 tahun, mereka berdua merupakan santri dan AM, 52 tahun, yang memiliki riwayat perjalanan menjemput orang tuanya di Medan, Sumatera Utara,” ujar Wahidi, Sabtu, 2 Mei 2020.

|TG

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Semen Mulai Tersedia di Aceh, Harga Masih Mahal Rp 80.000 Per Sak

LHOKSUKON – Semen mulai tersedia di sejumlah toko di Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe,…

18 hours ago

Kemenkeu Tambah DAU 2026 untuk 20 Daerah di Aceh, Bukan Perjuangan Satu Daerah

BANDA ACEH—Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menambah alokasi Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun Anggaran 2026…

18 hours ago

2 Sumur Bor Semburkan Gas dan Air Setinggi 40 Meter di Aceh Timur, Bupati Turun Tangan

IDI - Sumur bor yang baru saja digali di Desa Matang Keupula Sa dan Desa…

3 days ago

Bupati Aceh Timur Temui BNPB, Minta Percepatan Pencairan Dana Stimulan Tahap II bagi Korban Banjir

Jakarta – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana…

3 days ago

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Sabet 7 Penghargaan ISRA 2026, Komitmen Nyata Kontribusi untuk Masyarakat

Medan - Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut senantiasa tegaskan komitmennya dalam menjalankan program Tanggung Jawab…

3 days ago

Bupati Al Farlaky Temui Mendagri Tito Karnavian Bahas Percepatan Penanganan Pascabanjir

Jakarta – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., bertemu dengan Menteri Dalam Negeri…

4 days ago

This website uses cookies.