Bur Telege kini semakin dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di dataran tinggi Gayo. Keindahan alamnya yang memadukan perbukitan hijau, udara sejuk, dan panorama Danau Lut Tawar menjadikan kawasan ini magnet bagi wisatawan lokal maupun luar daerah.
Salah satu daya tarik terbaru adalah hadirnya Villa Bur Telege by Calandra yang menawarkan pengalaman menginap nyaman dengan harga yang sangat terjangkau, yakni hanya Rp100.000 per orang per malam. ( s &k) Tarif ini dinilai ramah di kantong, dan Gebrakan Luar Biasa dari Management terutama bagi wisatawan backpacker maupun keluarga yang ingin menikmati liburan tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Villa ini dirancang dengan konsep menyatu dengan alam. Dari balkon kamar, pengunjung dapat langsung menikmati pemandangan pegunungan yang diselimuti kabut tipis di pagi hari, serta langit senja yang memukau di sore hari. Suasana tenang dan jauh dari hiruk-pikuk kota menjadi nilai tambah tersendiri bagi wisatawan yang ingin melepas penat.
Tidak hanya itu, wisatawan juga dapat menikmati aktivitas tambahan seperti trekking ringan di sekitar perbukitan, menikmati kopi khas Gayo, hingga berburu foto matahari terbit yang menjadi favorit pengunjung.
CEO Calandra and Sativa Hospitality, Iwan Wahyudi, di dampingi Agus Eko General Manager menilai bahwa potensi wisata di kawasan Bur Telege sangat besar dan layak dikembangkan lebih serius.
“Bur Telege memiliki daya tarik alam yang luar biasa. Dengan harga penginapan yang terjangkau seperti di villa ini, sebenarnya peluang untuk menarik wisatawan dalam jumlah besar sangat terbuka lebar,” ujar Iwan.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan infrastruktur untuk menunjang pertumbuhan sektor pariwisata di wilayah tersebut.
“Namun, akses jalan menuju Aceh Tengah masih menjadi tantangan. Kami berharap pemerintah dapat mempercepat pembangunan dan perbaikan jalan agar wisatawan merasa lebih nyaman dan aman saat berkunjung. Infrastruktur yang baik akan berdampak langsung pada peningkatan kunjungan dan ekonomi masyarakat lokal,” tambahnya.
Di sisi lain, sejumlah wisatawan juga mengeluhkan kondisi jalan yang belum sepenuhnya optimal, sehingga perjalanan menuju lokasi wisata terasa kurang nyaman dan memakan waktu lebih lama.
Pengembangan infrastruktur jalan dinilai sangat penting untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Dengan akses yang lebih baik, tidak hanya Villa Bur Telege yang akan merasakan dampaknya, tetapi juga pelaku usaha lokal lainnya seperti UMKM, kuliner, dan jasa wisata.
Masyarakat dan pelaku wisata berharap pemerintah daerah maupun pusat dapat memberikan perhatian lebih terhadap pembangunan dan perbaikan akses jalan menuju kawasan ini. Langkah tersebut diyakini akan mendorong pertumbuhan sektor pariwisata sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.
Dengan keindahan alam yang luar biasa dan harga penginapan yang terjangkau, Villa Bur Telege berpotensi menjadi ikon wisata baru di Aceh Tengah—asal didukung dengan infrastruktur yang memadai.
|DIMAS
LHOKSUKON- Sebanyak 31 kelompok tari jenjang sekolah dasar dari Kecamatan Kuta Makmur dan Kecamatan Simpang…
Aceh Besar – Penyaluran pupuk bersubsidi di Provinsi Aceh berjalan lancar dan memberikan dampak positif…
LHOKSEUMAWE -Pengamat Komunikasi Politik Universitas Malikussaleh, Masriadi Sambo, menilai persoalan terhambatnya operasional Program Makan Bergizi…
Setiap kali Aceh Utara memasuki babak baru kepemimpinan, harapan masyarakat selalu sama: ekonomi daerah tumbuh,…
LHOKSEUMAWE — Dukungan Komisi X DPR RI terhadap pengalihan status dosen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian…
LHOKSUKON - Sebanyak 30 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Aceh Utara dipastikan kembali…
This website uses cookies.