Lhokseumawe– Tradisi Pemotongan Hewan (Meugang) menyambut bulan suci ramadhan 1441 Hijriah di Kota Lhokseumawe masih seperti tahun sebelumnya meskipun sedang dilanda bencana wabah virus corona atau covid-19.
Meugang adalah tradisi membeli dan memakan daging bersama keluarga, dirayakan 3 kali setahun, menjelang Ramadhan, jelang hari raya Idul Fitri dan jelang Idul Adha.
Terlihat di Pasar Pajak Inpres Kota Lhokseumawe hari ini, para pedagang memotongkan daging yang dijajankan, bahkan warga atau pembeli memadati para lapak para pedagang sapi sembari membeli daging dan menanyakan harga daging.
Ramli, seorang pedagang menyebutkan daging yang dijajan ini daging sapi kampung dengan harga Rp160 ribu hingga Rp170 ribu per kilogram.
“Hari meugang pertama pembeli juga termasuk ramai seperti tahun kemarin,”katanya. Dia memprediksi harga daging besok, bisa tembus Rp180 ribu hingga Rp190 ribu.
Sekda Pemkot Lhokseumawe, T Adnan menyebutkan para pedagang daging meugang tidak boleh terpusat disatu titik, misalnya di Pasar Pajak Inpres dan mulai besok jangan ada berjualan di satu titik, karena itu sudah disepakati oleh para muspida plus.
“Tapi masing-masing itu berjualan daging meugang di Gampong masing-masing, jika masih ada nekat berjualan disatu titik, maka pihaknya akan melakukan penertiban. Langkah ini dilakukan untuk pencegahan penularan virus corona,”pungkasnya.
|RIL
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Timur memperkuat sinergi dalam upaya…
Pemadaman listrik yang masih kerap terjadi di berbagai wilayah Aceh merupakan persoalan serius yang tidak…
Turnamen Terheboh Sepanjang Pergelaran Event Aceh Timur – SMA Negeri 1 Idi Rayeuk akhirnya keluar…
ACEH TIMUR – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur terus mempercepat penyaluran dana stimulan bagi masyarakat yang…
Pagi masih muda ketika Asnah mengayuh sepeda tuanya menyusuri jalan dari Desa Dama Pulo menuju…
Pontianak - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan melalui program "Rembuk Tani" di Pontianak, Jumat…
This website uses cookies.