Banda Aceh– Mengantisipasi penyebaran virus corona, Pemerintah Aceh mulai menyalurkan satu juta masker kain untuk keluarga kurang mampu di seluruh Aceh.
Masker tersebut disalurkan secara simbolis oleh Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Dyah Erti Idawati, kepada Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kota Banda Aceh, M. Nurdin, dan Kadis Koperasi UKM dan Perdagangan Aceh Besar, Taufiq, di Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Aceh, Minggu, (19/4).
Dyah mengatakan, pengadaan satu juta masker itu dilakukan Pemerintah Aceh guna mendorong masyarakat memakai masker setiap beraktivitas di luar rumah. Sehingga dapat mempersempit potensi penyebaran virus corona.
Selain itu, kata Dyah, pemerintah juga menggandeng usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lokal dalam memproduksi satu juta masker tersebut. Selain untuk mengantisipasi penyebaran corona, pengadaan masker itu juga diharapkan dapat membantu UMKM lokal yang terdampak secara ekonomi.
“Pengadaan masker ini sejalan dengan imbauan presiden, dengan memakai masker potensi terinfeksi corona bisa lebih kecil. Semoga kita bisa mengaplikasikan imbauan ini,” kata Istri Plt Gubernur Aceh itu.
Dyah mengatakan, satu juta masker itu diperuntukkan untuk keluarga kurang mampu. Ia mengatakan, jumlah tersebut dapat mencukupi kebutuhan masker 20 persen dari total jumlah masyarakat Aceh.
“Sementara sisanya untuk masyarakat kelas menengah, mereka biasanya mampu membeli sendiri,” tutur Dyah.
Selain memakai masker, Dyah juga mengimbau masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan lainnya. Mulai dari menerapkan physical distancing, social distancing, rutin mencuci tangan, etika batuk dan menjaga kebersihan.
Dalam kesempatan itu, Dyah mengapresiasi Dinas Koperasi dan UKM. Menurutnya, program tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat. “Harapannya, gerakan satu juta masker ini dapat menggerakkan organisasi lain untuk ikut melakukan hal serupa.”
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Aceh, Wildan, mengatakan pihaknya menggandeng seribu lebih UMKM dari seluruh kabupaten/kota untuk memproduksi satu juta masker tersebut.
“Saat ini, ada 150 UMKM dengan melibatkan seribu lebih penjahit yang sudah mulai memproduksi masker,” kata Wildan.
Wildan mengatakan, selain untuk mengantisipasi penyebaran virus corona, program satu juta masker tersebut juga diharapkan dapat membantu mengungkit ekonomi UMKM lokal.
“Hari ini secara simbolis kita serahkan kepada perwakilan Pemerintah Kota Banda Aceh sebanyak 10 ribu dan Aceh Besar 15 ribu. Sementara untuk kabupaten/kota lain, mulai besok akan kita salurkan bertahap,” kata Wildan.
Ikut hadir dalam acara tersebut, Direktur RSUDZA, Azharuddin, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh, Sunawardi, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Syaridin, Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Muslem Yacob, Kepala Satpol PP dan WH, Jalaluddin, dan Kepala Biro Humas dan Protokol, Muhammad Iswanto.
|RIL
ACEH TIMUR - Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Aceh Timur, Rizalihadi mengatakan dalam…
LHOKSUKON- Ratusan warga Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, merubah status pekerjaan untuk merubah data dsil…
Lhokseumawe — Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) melalui Integrated Terminal (IT) Lhokseumawe…
ACEH TIMUR | Pemulihan bencana di Aceh dibayangi manuver politik. Di tengah logistik pengungsi yang…
LHOKSUKON- Sekitar 90 hektare area sawah di Kecamatan Meurah Mulia, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh…
LHOKSEUMAWE - Puluhan calon jemaah haji (CJH) di Lhokseumawe, Provinsi Aceh, mendatangi Kantor Kementerian Haji…
This website uses cookies.