Categories: Polhukam

Soal Penyelundupan Laut Aceh, Akademisi : Pengawasan Kita Lemah

BANDA ACEH |Dalam beberapan bulan terakhir ini, wilayah perairan laut Aceh terus terjadi berbagai penyeludupan dan yang baru terjadi adalah penyelundupan rokok impor ilegal merek Luffman sebanyak 10,2 juta batang di perairan Peureulak.

Akademisi Universitas Malikussaleh (Unimal) Teuku Kemal Pasha mengatakan, hal tersebut terjadi akibat personel aparat keamanan dan fasilitas yang dimiliki untuk pengawasan laut masih sangat lemah.

“Sebagaimana kita ketahui bahwa, persoalan penyeludupan ini sudah menjadi rahasia umum dan bukan hanya baru kali ini terjadi, ini disebabkan karena memang pengawasan laut kita yang masih sangat lemah,” ujar Kemal.

Kemal menambahkan, apalagi untuk persoalan Alat Utama Sistem Pertahanan (Alutsista), paska reformasi kondisinya semakin menurun, misalkan untuk alokasi anggarannya yang tidak memenuhi untuk penguatan armada laut dan udara.

Pada saat Susi Pudjiastuti menduduki posisi Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, maka TNI Angkatan Laut sempat mengalami kemajuan dan cukup kuat, ditambah lagi dengan pemusnahan kapal-kapal ilegal.

“Kalau saya lihat dimasa buk Susi Pudjiastuti menduduki posisi Menteri Kelautan dan Perikanan, TNI Angkatan Laut menjadi kuat. Apalagi kapal-kapal ilegal itu berhasil ditenggelamkan dan itu memang tindakan,” tutur Kemal.

Tambahnya, untuk diperairan Selat Malaka, maka sangat banyak sekali jalur-jalur ilegal atau jalur tikus yang bisa ditembusi, karena fasilitas yang tidak memadai maka bisa lebih mudah untuk masuk ke Aceh.

Bentang lautnya cukup luas, sementara fasilitas pengawasannya masih sangat dan segala hal bisa masuk ke Aceh. Ada beberapa pola yang dilakukan oleh penyeludup, misalkan menggunakan pola, ketika mulai memasuki kawasan ZEE maka barangnya dipindahkan ke kapal lain.

“Kasus sabu-sabu banyak kita lihat pola penyeludupan dari Thailand dan Malaysia, masuknya melalui jalur tikus. Selat Malaka jalur tersibuk nomor tiga di dunia, maka harus diperkuat semaksimal mungkin,” kata Kemal.

|TG

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Kontrak 1.982 PPPK Lhokseumawe Akhirnya Diperpanjang, Anggaran TPP Belum Tersedia

LHOKSEUMAWE – Pemerintah Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh akhirnya memperpanjang kontrak 1.982 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian…

11 hours ago

Komisaris dan Direktur Pertamina Patra Niaga Pastikan Keandalan Layanan SPBU

Medan – Sebagai bentuk komitmen dalam memastikan keandalan layanan energi kepada masyarakat, Pertamina Patra Niaga…

1 day ago

Kebijakan RSU Cut Meutia Akan Diserahkan ke Pemko Lhokseumawe, Bupati Ayahwa : Belum Diserahkan Sebelum RSU Mukhtar Hasbi Refresentatif

LHOKSUKON – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh merespon pemberitaan tentang rencana penyerahan operasional dan…

1 day ago

Sidak Pertamina Niaga di Banda Aceh, Pelaku Kabur Lihat Aparat

Banda Aceh – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut bersama Pemerintah Provinsi Aceh dan Aparat…

2 days ago

Lantik 21 Kasek dan 8 Kapus, Bupati Al-Farlaky: Siap Diganti Jika Tak Berkinerja

Aceh Timur – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., kembali melantik dan mengambil…

2 days ago

Pesona Baru Pantai Bangka Jaya di Sudut Aceh Utara

Matahari tepat berada ditengah kepala, Kamis (30/7/2026). Debur air laut dengan hembusan angin tipis-tipis menimbulkan…

2 days ago

This website uses cookies.