EVI Maryati (32) seorang ibu rumah tangga di Desa Ulee Madon, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, sibuk di depan mesin jahit miliknya.
Tangannya cekatan menjahit kain untuk dijadikan masker. Kegiatan itu sejak merebaknya wabah virus corona atau Covid-19.
“Awalnya buat untuk keluarga sendiri. Apalagi pemerintah menyarankan agar keluar rumah mengenakan masker. Saya buat untuk keluarga saja, ” sebutnya.
Belakangan, dia juga membagikan masker pada tetangga dan masyarakat sekitar secara cuma-cuma.
Semakin hari, kebutuhan masyarakat akan masker terus meningkat. Apalagi masker sulit ditemukan di sejumlah pasar Aceh Utara.
Maka, masyarakat pun mulai memesan. Tak enak meminta gratis, masyarakat mulai memesan untuk dibeli.
“Awalnya mereka kawan kawan saya, mereka pesan beli buat keluarga. Maka dari situ saya mulai buat masker untuk dijual, ” terangnya.
Dalam sehari dia bisa memproduksi enam lusin masker kain aneka warna. Bahkan, sepekan terakhir enam pekerja membantu memproduksi masker itu.
Soal harga jual sambung Evi dipatok Rp 70.000 per lusin. Masker kain dua lapis dijual Rp 100.000 per lusin.
“Kainnya dari bahan katun,” terang Evi.
Sisi lain, Evi tetap menyumbangkan masker buat mereka garda depan seperti petugas medis dan lain sebagainya.
“Ini bukan semata-mata bisnis dan untung. Sisi lain harus berbagi juga dengan sesama, ” pungkasnya.

Subscribe to my channel

