BANDA ACEH | Kepolisian Daerah Aceh (Polda) Aceh, diminta untuk mengungkap kasus penggranatan rumah pribadi Plt Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa/Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemerintah Aceh, Sayid Azhary.
Pengamat Politik dan Keamanan Aceh Aryos Nivada mengatakan, hal tersebut merupakan PR besar bagi pihak kepolisian dan harus mampu mengusut siapa aktor intelektual dibalik peristiwa itu.
“Pada tahun 2013 dan tahun 2015 lalu, juga ada kasus yang serupa. Tapi tidak bisa diusut secara tuntas, namun pada yang terjadi ini kita berharap pihak kepolisian harus mampu mengusutnya secara tuntas,” ujar Aryos, Rabu, 25 Maret 2020.
Aryos menambahkan, apabila seandainya kasus itu tidak dapat diungkap secara tuntas, maka akan selalu dilakukan oleh pihak-pihak , apalagi kasusnya bukan hanya baru sekali terjadi di Aceh.
Jangan sampai nantinya citra Provinsi Aceh menjadi buruk di daerah-daerah lainnya, karena sejumlah rentetan peristiwa itu belum bisa diungkap secara tuntas. Maka kasus penggaranatan rumah Sayid Azhary harus menjadi prioritas.
“Harus ada efek jera lah bagi para pelakunya dan kalau pun ini tidak bisa diungkap secara tuntas, maka bisa menjadi citra buruk bagi Aceh sendirinya, seolah-olah pelakunya bisa gampang saja melakukan perbuatan kriminal itu,” tutur Aryos.
Tambahnya, siapa pun mereka dan apa pun latar belakangnya harus diungkap, karena merupakan perbuatan kriminal. Apalagi diduga adalah orang-orang yang mempunyai akses bagi kepentingan proyek besar di Aceh.
Anehnya itu adalah, pelaku menggunakan granat nanas, karena granat khusus dipakai oleh institusi vertikal dan maka siapa yang telah mengaksesnya ke institusi tersebut maka harus ditelusuri.
“Wajib ditelusuri itu secara mendalam dan mengapa CCTV di sekitar rumah tidak hidup lagi tiga hari sebelum kejadian. Skenario dalam penggaranatan rumah pejabat itu sudah cukup matang,” kata Aryos.
|TG

Subscribe to my channel

